Pentingnya Pendidikan untuk Anak dan Cara Memilih Sekolah

Pentingnya Pendidikan untuk Anak dan Cara Memilih Sekolah

Pentingnya Pendidikan untuk Anak – Hai Bunda, kalau sudah sampai di halaman ini pasti Bunda sedang mempelajari tips parenting, khususnya tentang pendidikan untuk anak. Sejak anak berusia dini (0-5 tahun) hingga masuk ke usia siap sekolah, pendidikan ini sifatnya krusial karena berkaitan langsung dengan perkembangan karakter dan dan intelegensi.

Pentingnya Pendidikan untuk Anak

Every child has the right to learn.

Satu kalimat itu saja sebenarnya sudah bisa menjawab pertanyaan “mengapa pendidikan untuk anak itu penting?”

Tapi rupanya tidak hanya itu saja, masih ada banyak jawaban yang bisa diberikan dengan mengulas satu persatu manfaat pendidikan untuk anak sejak dini.

Memberikan pengalaman baru

Selalu ada pengalaman pertama untuk anak, begitu pula dengan pendidikan. Sejak di rumah, anak pertama kali mengenal orang di sekitarnya, dan aktivitas harian lainnya. Bagi anak, bersosialisasi adalah pengalaman baru yang harus diajarkan supaya tidak salah kaprah.

Rumah adalah tempat anak pertama kali mendapatkan pendidikannya secara informal, terutama dari ibunya. Untuk memberikan pengalaman baru yang tepat bagi anak, orang tua akan mempelajarinya melalui ilmu atau tips parenting.

Baca Juga : Pentingnya Pendidikan Multikultural di Sekolah

Memfasilitasi curiosity anak

Berbicara tentang anak pasti identik dengan rasa penasarannya. Anak suka mencari tahu berbagai hal untuk menjawab rasa penasaran mereka. Di sinilah peran orang tua di butuhkan sebagai fasilitator pertama untuk mengarahkan rasa penasaran anak menjadi sesuatu yang menarik di pelajari.

Misalnya ketika anak mulai penasaran dengan teknologi. Alih-alih memberikan mereka langsung gadget untuk dimainkan sepuasnya, Bunda bisa mencari alternatif seperti pembelajaran menarik yang menggabungkan metode belajar digital dan konvensional seperti program yang di tawarkan oleh Sekolah Murid Merdeka (SMM).

Membantu perkembangan karakter dan intelegensi anak

Pendidikan yang baik dapat membantu anak untuk mengembangkan potensi dan kemampuan intelegensinya seperti

  • Kecerdasan visual (spasial)
  • Kecerdasan verbal (linguistik)
  • Kecerdasan matematika (logis)
  • Kecerdasan jasmani (kinestetik)
  • Kecerdasan musik
  • Kecerdasan interpersonal
  • Kecerdasan intrapersonal
  • Kecerdasan naturalistik

Selain itu, pendidikan juga dapat mengenalkan nilai baik kepada anak sehingga membantu perkembangan karakter mereka sesuai ajaran yang di terima. Di mulai dari hal sederhana dengan membiasakan untuk mengucapkan minta tolong, maaf, dan terima kasih pada anak.

Menanamkan nilai baik harus di lakukan sejak dini, karena usia golden years membuat mereka lebih mudah menyerap informasi dan merekamnya di memori untuk jangka waktu yang lama.

Cara Memilih Sekolah yang Baik untuk Anak

Setelah membaca satu persatu ulasan manfaat di atas, kita pasti sepakat bahwa pendidiikan untuk anak harus di siapkan sejak dini supaya dapat membantu mereka untuk mengembangkan potensi dan kemampuannya.

Lalu bagaimana jika usia anak sudah cukup untuk masuk sekolah, tapi bingung cara memilih sekolah yang baik untuk anak? Mari berkenalan dengan Sekolah Murid Merdeka (SMM).

Sekolah unggulan di Indonesia yang mengusung metode blended learning. SMM adalah pilihan sekolah yang tepat buat Bunda yang ingin memberikan pendidikan terbaik, fasilitas belajar yang lengkap, dan guru (fasilitator) yang dan siap mendampingi buah hati.

Pentingnya Pendidikan Multikultural di Sekolah

Pentingnya Pendidikan Multikultural di Sekolah

Pentingnya Pendidikan Multikultural – Pendidikan multikultural adalah sebuah proses penanaman cara hidup menghormati, tulus, dan toleran terhadap keanekaragaman budaya, agama yang hidup di tengah-tengah masyarakat plural (Introduction to multikultureal education, ed. Boston; Allyn & Bacon 2002). Pendidikan multikultural senantiasa mengedepankan pengagungan keanekaragaman, keterbukaan, kesamaan dan pluralitas yang meliputi sikap penghargaan, menjunjung tinggi hak asasi manusia dan secara khusus berhubungan dengan kebudayaan, agama, etnik, dan jender serta identitas sosial.

Melalui pendidikan multikultural, di harapkan tumbuh kesadaran dan kedewasaan pada setiap insan terdidik dalam menghadapi masyarakat majemuk dan benturan konflik sosial. Dalam konteks pendidikan di sekolah, keanekaragaman latar belakang budaya, keluarga, agama, dan lingkungan peserta didik maupun pendidik dapat di jadikan sebagai lingkungan yang strategis untuk mengelola kemajemukan secara kreatif, sehingga konflik yang muncul sebagai dampak dari perubahan sosial dapat di kelola secara nalar dalam zona pendidikan di sekolah.

Pendidikan Multikultural Suatu Proses

Keberagaman budaya, agama, etnik, dan pluralitas di dalam masyarakat belum di pahami secara memadai. Artinya aneka pertimbangan tentang multi-budaya belum masuk dalam penalaran anak didik dan pendidik. Alih-alih aneka tindakan kekerasan, agresivitas, penegasian terhadap orang lain, dan sebagainya. Insan mengalami kesulitan menerima, apalagi menghargai perbedaan pendapat, pandangan, serta pluralitas di dalam masyarakat dengan aneka keunikan budaya. Persoalan ini di coba di jawab dengan pendidikan multikultural.

Pendidikan multikultural harus di pahami pertama-tama sebagai suatu proses dan bukannya sebuah program. Proses menjadi artinya proses yang berkelanjutan, proses belajar yang tidak pernah selesai. Berjalan terus sepanjang peradaban pendidikan dan hidup manusia (life long learning). Peserta didik menyediakan instrument dan pengalaman dengan kesediaan untuk memahami, mengerti serta mengakui latar belakang dari semua pribadi dengan corak kebudayaan masing-masing, sehingga ia mampu mengaplikasikannya dalam masyarakat di mana ia berada.

Baca Juga : Inilah Alasan Mengapa Pendidikan Itu Penting

Multikultural Kontekstualisasi Pendidikan

Dalam konteks Indonesia, pendidikan multikultural menyentuh konteks-tualisasi kehidupan manusia Indonesia. Kesadaran bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang terdiri dari beragam suku, budya, agama, identitas, sejarah lingkungan, dan pengalaman hidup yang unik dan berbeda-beda. Perbedaan adalah identitas terpenting dan otentik setiap manusia daripada kesamaannya. Sudah saatnya kegiatan belajar-mengajar di tujukan agar peserta didik tidak hanya menguasai materi ilmu atau nilai, tetapi mengalami sendiri proses berilmu dan hidup dalam kebersamaan di ruang kelas dan sekolah.

Globalisasi Sebagai Tantangan

Dewasa ini, sistem kapitalisme neo liberal tampil dengan fenomena baru yakni globalisasi. Terminologi globalisasi mendominasi peradaban kehidupan manusia saat ini. Globalisasi pada satu sisi dengan kemajuan teknologi informasi dan transportasi membantu manusia dalam banyak hal. Dunia menjadi sebuah kampung global. Sehingga membangun komunikasi antara manusia yang satu dengan yang lainnya dapat terhubung dengan mudah.

Gagasan tentang kemajuan pun menjadi daya dorong yang kuat bagi terciptanya struktur masyarakat modern yang serba ingin cepat, berkembang dan terus maju sampai seakan-akan tanpa batas lagi. Namun di balik glamornyamodernitas tercipta suatu pergeseran kesadaran dalam diri manusia.

Sebuah Pendekatan

Pengembangan pendidikan multikultural di tujukan kearah terwujudnya suatu peradaban dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Setiap pribadi harus menjadi sadar akan kebudayaan mereka, merupakan mereka. Mempunyai pemahaman yang holistik (menyeluruh) dan mampu mengapresiasi kebudayaan lain secara asertif. Berpartisipasi di dalam satu kebudayaan atau lebih dan bertanggung jawab untuk memeliharanya. Untuk mewujudkan peradaban itu maka lingkungan pendidikan harus merefleksikan hakikat pluralistik dan tantangan globalisasi.

Pola pendekatannya seharusnya utuh dan menyeluruh. Maksudnya suatu perubahan tujuan dan objek pendidikan. Pendidikan tidak sebatas pada hafalan, sehingga mencetak peserta didik sebagai robot. Melainkan pendidikan yang langsung menyentuh apa yang hakiki dalam hidup manusia, pendidikan perkembangan, pendidikan lingkungan hidup, pendidikan perdamaian, dan pendidikan jender.

Alasan Pentingnya Penyelenggaraan Pendidikan Inklusi

Inilah Alasan Mengapa Pendidikan Itu Penting

Inilah Alasan Mengapa Pendidikan Itu Penting – Pendidikan merupakan suatu perbincangan yang memang sering membuat orang banyak berspekulasi. Baik membicarakan kebaikan yang diberikan oleh dunia pendidikan terhadap perkembangan manusia atau membicarakan kejelekan yang diberikan oleh dunia pendidikan terhadap perkembangan manusia. Hal itu lah yang menjadikan timbulnya pertanyaan-pertanyaan yang menurut saya mengganggu tidur pada malam hari, terutama pertanyaan apakah pendidikan itu penting? Dan seberapa penting pendidikan bagi perkembangan manusia?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut kali ini, mimin sudah merangkum alasan-alasan yang mungkin dapat menjawab pertanyaan di atas mengenai seberapa pentingkah dunia pendidikan bagi perkembangan kehidupan manusia. Dan inilah 5 alasan mengapa dunia pendidikan itu penting bagi perkembangan kehidupan manusia.

Memperoleh kehidupan yang stabil dan terarah

Dalam proses pendidikan terdapat di dalamnya pembelajaran atau biasa kita sebut dengan sekolah. Setelah lulus sekolah kita mendapatkan ijazah sebagai tanda bukti kita telah lulus dan selesai menjalani dunia pendidikan atau dunia persekolahan. Setelah itu kita mulai mencari pekerjaan dan bekerja di perusahaan yang sesuai dengan pendidikan yang kita jalani selama ini. Itulah gambaran mengenai dunia pendidikan yang mempengaruhi perkembangan manusia menjadikan kehidupan manusia yang stabil dan terarah.

Di mana dari mulai kita memulai untuk masuk ke dalam dunia pendidikan. Kehidupan kita mulai tersusun dari mulai hal yang perlu kita lakukan pertama sampai dengan hal-hal yang perlu kita lakukan selanjutnya. Sehingga membuat kita memiliki tujuan yang lurus dan terarahkan serta stabil dalam pelaksanaanya, dan hal tersebut lah yang menjadikan dunia pendidikan berpengaruh terhadap kehidupan manusia agar memperoleh kehidupan yang stabil dan terarah.

Potensi lapangan kerja yang bagus

Dengan memiliki pendidikan yang bagus dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan pekerjaan sudah tentu akan memberikan potensi kerja yang bagus. Kebanyakan perusahaan di era seperti saat ini membutuhkan para pekerja yang memiliki pendidikan dengan standarisasi minimal sekolah menengah atas atau sekolah menengah atas maupun sekolah khusus lainnya dengan kualifikasi setara. Maka dari itu dengan adanya pendidikan maka potensi kita menerima pekerjaan yang bagus akan terbuka sangat lebar.

Dengan demikian salah satu alasan yang membuat dunia pendidikan itu penting adalah potensinya sebagai pembuka jalan menuju lapangan pekerjaan yang bagus, sehingga perkembangan kehidupan manusia sudah tentu akan terpengaruh oleh adanya pendidikan yang dalam konteks ini terpengaruh oleh hal-hal yang menguntungkan manusia.

Memperbaiki pola kepribadian diri

Di dalam dunia pendidikan sendiri terdapat proses. Di mana proses tersebut dapat mengubah dan mengarahkan pola pikir kepribadian diri manusia menuju ke jalan yang lebih baik. Atau bisa kami sebut dengan pendidikan karakter. Dalam dunia pendidikan sendiri pendidikan karakter memiliki peran yang sangat krusial. Untuk membentuk karakter siswa agar memiliki karakter yang kuat dan baik tentunya agar nantinya siswa tersebut dapat menyesuaikan diri dengan keadaan yang terjadi di dunianya. Seperti bagaimana cara berbicara dengan orang lain dengan baik dan benar serta bagaimana dalam menentukan sikap bila terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.

Maka dari itu salah satu alasan yang membuat dunia pendidikan sangat penting adalah dunia pendidikan dapat memperbaiki pola kepribadian diri seorang manusia menuju pola pikir yang jauh lebih baik dari sebelumnya, sehingga dengan adanya dunia pendidikan pola kepribadian diri manusia akan terbentuk menuju jalan yang jauh lebih baik.

Meningkatkan kepercayaan diri

Dengan adanya dunia pendidikan, sudah tentu akan meningkatkan kepercayaan diri dalam diri seorang manusia, mengapa? Karena dalam dunia pendidikan sendiri terdapat proses pembelajaran. Yang di dalamnya terdapat proses peningkatan kepercayaan diri manusia baik itu kepercayaan diri dalam berbicara. Kepercayaan diri dalam mengemukakan pendapat, kepercayaan diri dalam menyanggah keputusan yang tidak sesuai dengan dirinya dan lain sebagainya. Maka dari itu dengan adanya dunia pendidikan sudah tentu akan meningkatkan kepercayaan diri manusia.

Dengan demikian dunia pendidikan memang sangat penting terlebih lagi ketika seorang manusia memiliki kepercayaan diri. Yang cukup untuk dirinya maka sudah tentu akan mengubah lebih dari 60% hidupnya menuju jalan yang lebih baik. Apalagi ketika manusia tersebut mampu mengorganisir kepercayaan diri tersebut menjadi senjata dalam mempengaruhi orang lain sudah tentu hal tersebut akan memberikan dampak yang luar biasa besar bagi dirinya.

Mampu membedakan kebenaran dan kesalahan

Dengan adanya dunia pendidikan, sudah tentu seorang manusia mampu membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik, mana yang salah dan mana yang benar. Mengapa? Karena di dalam pendidikan juga terdapat proses analisis baik dan buruknya sesuatu. Selain dari itu dalam dunia pendidikan sendiri kita diajarkan untuk melakukan hal yang benar dan meluruskan hal yang memang salah. Maka dari itu dengan adanya dunia pendidikan manusia mampu membedakan kebenaran dan kesalahan.

10 Kriteria Suatu Pendidikan Bisa Dikatakan Berkualitas

10 Kriteria Suatu Pendidikan Bisa Dikatakan Berkualitas

10 Kriteria Suatu Pendidikan – Pendidikan adalah fondasi penting dalam pembentukan individu dan masyarakat yang kuat. Agar pendidikan efektif dan berkualitas, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi. Dalam artikel ini, kita akan membahas 10 kriteria suatu pendidikan bisa dikatakan berkualitasi. Ini bukan hanya relevan bagi siswa, tetapi juga bagi semua pemangku kepentingan dalam dunia pendidikan.

1. Guru yang Berkualitas 

Seorang guru yang berkualitas adalah kunci utama dalam pendidikan yang sukses. Mereka harus memiliki pengetahuan yang mendalam tentang mata pelajaran mereka, keterampilan komunikasi yang baik, dan kemampuan untuk memotivasi siswa. Guru yang berkualitas akan mampu menginspirasi dan membimbing siswa mereka untuk mencapai potensi penuh mereka.

2. Kurikulum yang Relevan 

Kurikulum harus dirancang agar sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan siswa. Ini harus mencakup mata pelajaran yang relevan dengan dunia nyata dan memberikan pemahaman yang kuat tentang konsep-konsep dasar. Kurikulum yang baik juga harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman dan teknologi.

3. Fasilitas yang Memadai 

Lingkungan belajar yang nyaman dan memadai adalah syarat penting dalam pendidikan yang efektif. Fasilitas fisik, seperti kelas yang bersih, perpustakaan yang baik, dan laboratorium yang lengkap, harus tersedia untuk mendukung proses belajar mengajar.

4. Media Belajar yang Tersedia

Buku teks, materi pembelajaran, dan teknologi modern harus tersedia untuk siswa. Akses ke sumber-sumber belajar yang beragam membantu siswa untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang topik yang mereka pelajari.

5. Evaluasi yang Adil dan Objektif 

Sistem evaluasi yang adil dan objektif adalah penting untuk mengukur kemajuan siswa. Tes, tugas, dan penilaian lainnya harus dirancang dengan cermat untuk memastikan bahwa mereka mencerminkan pemahaman sebenarnya dari materi pelajaran.

Baca Juga : Pentingnya Literasi Digital dalam Pendidikan

6. Dukungan Psikologis dan Emosional 

Dalam mencapai pendidikan yang berkualitas, dukungan psikologis dan emosional juga penting. Siswa harus merasa didukung dan diberikan bimbingan dalam menghadapi tantangan pribadi dan akademik mereka.

7. Keterlibatan Orang Tua dan Wali 

Siswa Orang tua dan wali siswa harus terlibat aktif dalam pendidikan anak-anak mereka. Oleh karena itu,  Keterlibatan mereka dalam proses belajar dapat memberikan motivasi tambahan kepada siswa untuk sukses.

8. Keseimbangan Antar Kurikulum dan Ekstrakurikuler 

Pendidikan yang berkualitas tidak hanya tentang pelajaran di dalam kelas. Ekstrakurikuler, seperti olahraga, seni, dan kegiatan sosial, penting untuk mengembangkan keterampilan sosial, kreativitas, dan kebugaran fisik siswa.

9. Inklusi dan Keadilan 

Selain itu, Pendidikan yang berkualitas harus inklusif dan adil. Ini berarti menyediakan kesempatan yang sama untuk semua siswa, termasuk mereka dengan kebutuhan khusus atau latar belakang yang beragam.

10. Kemitraan dengan Komunitas 

Kemitraan antara sekolah dan komunitas adalah syarat utama dalam pendidikan yang efektif. Selain itu, Komunitas dapat memberikan sumber daya tambahan dan dukungan untuk siswa, serta membantu membangun hubungan yang kuat antara sekolah dan lingkungan sekitarnya.

Dalam mengejar pendidikan yang berkualitas, penting untuk mengakui bahwa ini adalah usaha bersama. Oleh karena itu,  semua pemangku kepentingan, termasuk guru, siswa, orang tua, sekolah, dan komunitas, harus berkontribusi untuk memenuhi syarat-syarat ini. Dengan bekerja sama, kita dapat memastikan bahwa setiap individu memiliki akses ke pendidikan berkualitas yang akan membantu mereka mencapai potensi penuh mereka dalam kehidupan. Pendidikan yang berkualitas adalah investasi yang berharga untuk masa depan yang lebih baik.

Contoh Globalisasi di Bidang Pendidikan Positif dan Negatifnya

Contoh Globalisasi di Bidang Pendidikan Positif dan Negatifnya

Contoh Globalisasi di Bidang Pendidikan – Ada banyak dampak yang ditimbulkan globalisasi baik itu yang bersifat positif atau negatif dalam berbagai bidang kehidupan, salah satunya pendidikan.

Yuk simak contoh dampak positif dan negatif dari globalisasi berikut ini.

Contoh Dampak Positif dan Negatif Globalisasi di Bidang Pendidikan

Globalisasi kerap dikaitkan dengan perkembangan dunia yang tiada habisnya.

Pengaruh globalisasi terhadap kehidupan kita sehari-hari nyatanya sangat banyak. Mengingat globalisasi bisa terjadi hampir di segala bidang kehidupan.

Semakin majunya jaman dan canggihnya teknologi, maka semakin besar pula pengaruh globalisasi dalam berbagai bidang.

Globalisasi sendiri merujuk pada proses pemerataan teknologi dan ilmu pengetahuan dari satu penjuru daerah ke daerah yang lain.

Bahkan, globalisasi juga sudah bergerak ke berbagai bidang kehidupan, mulai dari ekonomi, sosial budaya hingga pendidikan.

Apa itu Globalisasi?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), globalisasi diartikan sebagai proses masuknya ke ruang lingkup dunia.

Sedangkan menurut Sanusi Fattah dkk dalam buku Terampil dan Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SD/MI Kelas VI:

Globalisasi adalah proses yang menempatkan masyarakat dunia dapat menjangkau satu dengan yang lain atau saling terhubungkan dalam semua aspek kehidupan, baik dalam bidang ekonomi, politik, budaya, teknologi maupun lingkungan.

Sementara itu, melansir dari paper yang di terbitkan Kellog.nd.edu, globalisasi adalah penyebaran produk, teknologi, informasi, dan pekerjaan tanpa adanya batasan negara atau budaya. Terjadi akibat pengaruh ilmu pengetahuan dan kebudayaan makin bias.

Sedangkan, menurut seorang tokoh pendidikan dan pemerintahan Indonesia bernama Selo Soemardjan, globalisasi adalah terbentuknya komunikasi dan organisasi di antara masyarakat yang berbeda di seluruh dunia, dengan tujuan yang sama.

Contoh Dampak Positif Globalisasi di Bidang Pendidikan

Kemajuan teknologi dan perkembangan ilmu pengetahuan membuat kita dapat merasakan manfaat globalisasi di bidang pendidikan.

Dalam bidang pendidikan, berikut ini adalah contoh dampak positif yang di timbulkan oleh globalisasi:

1. Sistem belajar mengajar tidak selalu harus tatap muka

Dampak positif pertama dari globalisasi di bidang pendidikan adalah terciptanya sistem pembelajaran secara online atau e-learning.

Dengan sistem pembelajaran e-learning, kini para pendidik dan peserta didik tidak harus selalu saling bertatap muka untuk melakukan kegiatan belajar mengajar.

Tentunya hal ini dapat menjadi opsi bagi peserta didik yang mempunyai mobilitas tinggi, mengingat sistem e-learning bisa bersifat fleksibel.

Selain itu, adanya sistem e-learning juga dapat menghemat biaya transportasi baik bagi pendidik dan peserta didik.

2. Meningkatnya mutu pendidik

Kemudahan dalam mengakses informasi pendidikan secara langsung dari globalisasi secara tidak langsung dapat meningkatkan kualitas dari tenaga pendidik.

Tentunya, kemudahan ini seyogyanya harus di manfaatkan secara maksimal oleh tenaga pendidik.

Kini, tenaga pendidik dapat lebih leluasa dalam mengakses internet guna melihat trend pembelajaran di dunia hingga mencari referensi-referensi pembelajaran dari negara-negara lain di dunia.

3. Kemudahan dalam mengakses informasi pendidikan

Dampak positif dari globalisasi selanjutnya di bidang pendidikan adalah mudahnya mengakses informasi pendidikan.

Adanya internet memberikan kemudahan bagi para tenaga pendidik serta peserta didik untuk mengakses materi belajar.

Hadirnya situs-situs yang menyediakan buku dalam bentuk digital atau e-book dan dapat di unduh secara gratis dapat menjadi referensi dalam proses pembelajaran.

E-book juga mempermudah para tenaga pendidik serta peserta didik untuk membacanya di mana saja karena bisa di unduh dan langsung di baca tanpa harus mencetaknya terlebih dahulu.

4. Membuat pendidikan di Indonesia bisa bersaing dengan di negara lain

Pesatnya arus globalisasi membuat metode pembelajaran yang awalnya bersifat sederhana kini berubah menjadi metode pendidikan berbasis teknologi.

Kemajuan teknologi yang kain canggih dapat membeirkan dampak positif dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

Contoh sederhananya, jika dulu seorang guru harus menulis di papan tulis dengan menggunakan kapur.

5. Pertukaran pelajar

Di era globalisasi sekarang ini, pertukaran pelajar di dunia sering di selenggarakan. Kini, setiap siswa memiliki kesempatan untuk menempuh pendidikan di luar negeri atau sebaliknya.

Siswa yang berkesempatan menempuh pendidikan ke negara lain di tuntut untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan baru.

Tak hanya mendapatkan ilmu saja, siswa juga akan mengenal budaya di negara tersebut hingga mendapatkan pengetahuan dan wawasan yang lebih luas.

Hal ini juga dapat membantu siswa terkait dalam mempelajari bahasa asing.

Baca Juga : Pentingnya Literasi Digital dalam Pendidikan

Contoh Dampak Negatif Globalisasi di Bidang Pendidikan

Meskipun ada banyak dampak positif yang dapat dirasakan dari adanya globalisasi di bidang pendidikan, nyatanya globalisasi juga menimbulkan dampak negatif.

Di bawah ini merupakan beberapa dampak negatif yang ditimbulkan oleh globalisasi di bidang pendidikan:

1. Meningkatnya kesenjangan sosial

Dampak negatif dari adanya globalisasi di bidang pendidikan yang pertama adalah meningkatkan kesenjangan sosial di masyarakat.

Hadirnya metode pendidikan berbasis teknologi dapat menjadi kesempatan bagi sebuah negara untuk meningkatkan kualitas pendidikannya.

Namun, di satu sisi kemajuan teknologi dan informasi di dunia pendidikan juga harus dibarengi dengan kesiapan mental dan modal yang tentunya tidak sedikit.

2. Menurunnya kualitas moral siswa

Dampak negatif selanjutnya yang di timbulkan globalisasi di bidang pendidikan adalah menurunnya kualitas moral siswa.

Kemudahan mengakses informasi di internet tentu sangat mempengaruhi moral siswa.

Tak dapat di hindari, siswa bisa saja mengakses situs-situs yang berbau pornografi dan berselancar di media sosial tanpa adanya filterisasi.

Melihat konten-konten yang tidak baik untuk dikonsumsi tentu saja dapat mempengaruhi perilaku siswa, baik secara langsung maupun tidak langsung.

3. Komersialisasi pendidikan

Globalisasi juga dapat mengancam kemurnian tujuan dalam pendidikan akibat dari komersialisasi pendidikan.

Kini, sudah banyak instansi pendidikan yang didirikan dengan tujuan utama bukan untuk mencerdaskan anak bangsa melainkan sebagai tempat berbisnis.

Perlu kamu ketahui bahwa sebuah instansi pendidikan dapat dikategorikan sebagai komersialisasi pendidikan jika mementingkan biaya pendaftaran dan uang gedung, namun kewajiban-kewajiban pendidikannya sering terabaikan.

4. Tergerusnya kebudayaan lokal

Arus globalisasi yang sangat pesat juga dapat menggerus kebudayaan lokal di sebuah negara.

Kemajuan teknologi memungkinkan kontak budaya terjadi melalui media massa, akibatnya pengaruh dari luar negeri dapat dengan mudah masuk ke sebuah negara.

Pengaruh globalisasi di bidang pendidikan yang di kuasai dan di gerakkan oleh negara-negara maju tentu dapat menjadi masalah bagi negara-negara berkembang.

Tak terkecuali bagi negara Indonesia yang memiliki beberapa pulau terbesar di dunia.

5. Munculnya tradisi serba instan

Dampak buruk dari globalisasi di bidang pendidikan selanjutnya adalah munculnya tradisi serba instan.

Jika arus globalisasi di tanggapi dengan tidak tepat, maka dapat menjadikan pendidikan kehilangan orientasi idealnya yakni terkait proses pembelajaran.

Orientasi pendidikan yang awalnya menekankan pada proses, berangsur berubah ke ranah pencapain hasil.

Akibatnya, kini banyak orang yang hanya mengejar hasil akhir saja ketika menempuh sebuah pendidikan.

Bahkan, kini sudah semakin marak praktik jual beli ijazah palsu karena tradisi serba instan tadi.

Tentu hal ini bisa menjadi masalah yang besar dan merugikan negara jika tidak segera ditangani dengan cepat dan bijak.

Oke, di atas tadi Mamikos sudah rangkumkan kamu informasi terkait contoh dampak positif dan negatif dari adanya globalisasi di dunia pendidikan.

Resolusi Tahun 2024 untuk Pendidikan Keren

Resolusi Tahun 2024 untuk Pendidikan Keren

Resolusi Tahun 2024 – Seiring dengan pergantian tahun, mari kita refleksikan pencapaian kita dan merencanakan langkah langkah menuju perbaikan dan kemajuan di tahun 2024. Resolusi adalah cara yang tepat untuk memadu kita mencapai tujuan dan menginspirasi perubahan positif. Nah, apa saja yang bisa kita resolusikan agar tetap relevan dalam dunia yang berkembang dengan pesat, dan terus mengasah keterampilan, supaya dapat memberikan yang terbaik bagi siswa?

Nah, apa saja yang bisa kita resolusikan agar tetap relevan dalam dunia yang berkembang dengan pesat, dan terus mengasah keterampilan, supaya dapat memberikan yang terbaik bagi siswa?

Terus Mengikuti Perkembangan Teknologi

Teknologi sudah merupakan keniscayaan dalam dunia pendidikan. Dalam dunia yang terus berubah, dan teknologi yang terus berkembang seiring menuju era Revolusi Industri 5.0, kita harus selalu up to date. Kita harus selalu mencari tahu perkembangan terbaru dalam teknologi pendidikan, seperti aplikasi dan perangkat pembelajaran teknologi pendidikan, seperti aplikasi dan perangkat pembelajaran termuktahir, serta tren edtech yang tengah naik daun.

Meningkatkan Kemampuan Desain Instruksional

Sebagai pendidik, kemampuan desain instruksional sangatlah penting. Membuat materi pembelajaran yang menarik dan efektif memerlukan pemahaman yang baik tentang desain instruksional. Terus tingkatkan kemampuan desain grafis, pembuatan video pembelajaran, dan penulisan materi ajar yang komprehensif, agar dapat meningkatkan kualitas belajar mengajar secara holistik.

Kolaborasi Dengan Sesama Pendidik

Kolaborasi adalah kunci untuk sukses dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan. Yuk, kita lebih aktif berkolaborasi dengan sesama pendidik, baik di tingkat sekolah maupun dalam jaringan yang lebih luas. Dengan berbagai pengalaman dan ide, kita dapat belajar satu sama lain, untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih baik.

Baca Juga : Pentingnya Literasi Digital dalam Pendidikan

Partisipasi Dalam Komunitas Pendidik

Salah satu cara untuk dapat berkolaborasi adalah dengan bergabung dalam komunitas pendidik. Melalui foris daring, seminar, atau lokakarya, kita dapat berbagi pengalaman, praktik baik, saling belajar dan mendapatkan wawasan baru tentang metode pembelajaran yang efektif. Komunitas juga dapat menjadi wadah untuk mendiskusikan tren tren terbaru dalam dunia pendidikan.

Menerapkan Penggunaan Teknologi Secara Berkelanjutan

Terapkan penggunaan teknologi dalam pengajaran sehari hari secara berkelanjutan. Perkuat strategi untuk mengintegrasikan teknologi dalam kurikulum. Hal ini dapat mencakup penggunaan platform pembelajaran daring, aplikasi interaktif, dan proyek kolaboratif yang melibatkan teknologi.

Dukung dan Dampingi Siswa Dalam Pengembangan Keterampilan Digital

Dalam era yang serba digital ini, pendidik berperan penting dalam membentuk siswa menjadi warga digital yang baik dan bertanggung jawab. Dampingi siswa agar dapat menggunakan teknologi secara bijak, dorong mereka untuk memanfaatkan teknologi secara kreatif dan inovatif, demi mencapai keberhasilan pembelajaran.

Evaluasi dan Refleksi Diri

Evaluasi diri adalah langkah penting untuk peningkatan profesionalisme. Tetapkan waktu secara berkala untuk mengevaluasi kinerja kita, mengidentifikasi area yang perlu di tingkatkan, dan merencanakan tindakan perbaikan. Refleksi diri adalah kunci untuk pertumbuhan profesional yang berkelanjutan.

Kembangkan Kemampuan dan Pengetahuan Profesional

Terakhir, tetapi sangat penting, pendidikan harus terus mengembangkan kemampuan dan pengetahuan profesional. Dengan teknologi yang terus melaju, pendidikn harus jadi yang terdepan dalam memahami perkembangan terkini. Hal ini dapat di capai dengan mengambil kursus atau kelas tambahan, mendapatkan gelar lanjutan, dan meraih sertifikasi dalam bidang bidang yang akan meningkatkan kredibilitas kita. Nah, demikian adalah beberapa contoh resolusi tahun baru yang dapat kita terapkan dalam menjalani tahun 2024

Pengaruh Negatif Era Digital Terhadap Dunia Pendidikan

Pengaruh Negatif Era Digital Terhadap Dunia Pendidikan

Pengaruh Negatif Era Digital – Di era industri 4.0 seperti sekarang ini perkembangan terhadap teknologi sudah tidak bisa dihindari lagi. Teknologi digital saat ini bahkan sudah mempengaruhi seluruh aspek kehidupan yang ada, termasuk pada aspek pendidikan. Derasnya arus informasi di era serba digital seperti sekarang ini memang sudah sangat sulit untuk dihindari karena untuk mengontrol perkembangan zaman seperti era sekarang ini bukanlah suatu hal yang mudah.

Seharusnya dengan adanya perkembangan teknologi dapat mempermudah proses penyampaian informasi dalam bidang pendidikan sehingga banyak memberikan dampak positif. Namun yang terjadi tidak sesuai dengan harapan justru yang terjadi malah sebaliknya. Karena dengan derasnya informasi yang tersampaikan ternyata tidak selalu berjalan dengan mulus, karena perkembangan teknologi juga memberikan dampak negatif.

Sesuatu yang terjadi tidak hanya memiliki dampak positif nya saja, akan tetapi semua hal yang terjadi pasti memiliki dampak positif dan juga dampak negatifnya. Di balik perkembangan pesat teknologi informasi yang terjadi ternyata hal tersebut memiliki dampak negatif yang ditimbulkan pada bidang pendidikan, yaitu :

1. Membuat Siswa Tidak Fokus

Dengan perkembangan teknologi membuat banyak informasi yang mengalir deras di internet yang menarik bagi siswa sehingga membuat siswa menjadi tidak fokus lagi saat terjadinya proses pembelajaran di sekolah. Meski siswa sedang berada di dalam kelas, namun pikiran siswa ternyata tidak fokus pada pembelajaran yang sedang berlangsung. Pikiran siswa ternyata sedang berselancar di dunia maya atau media sosial yang di milikinya.

Baca Juga : Pendidikan di Era Digital: Manfaat dan Tantangannya

2. Siswa Lebih Suka Bermain Game Online

Perkembangan teknologi membuat banyak nya kehadiran game online, karena maraknya game online yang ada juga dapat mempengaruhi siswa dalam belajar, Terlebih lagi bagi siswa yang memang memiliki hobi main game. Banyak siswa yang jam tidurnya menjadi terganggu akibat terlalu sering main game yang membuat siswa menjadi lupa waktu. Sehingga ketika berada di sekolah tubuh nya menjadi tidak produktif di akibatkan jam tidur yang berkurang. Siswa menjadi lebih suka bermain game online di bandingkan harus mengikuti pelajaran di kelas.

3. Menurunkan Kemauan Siswa Belajar

Seperti yang sudah di bahas di atas, banyaknya informasi yang menarik di internet dan maraknya kemunculan game online membuat siswa menjadi malas belajar. Siswa jadi lebih suka menjelajahi dunia maya dengan berbagai informasi menarik yang di sajikan untuk para penggunanya.

4. Pengaruh pergaulan bebas dari luar

Perkembangan teknologi informasi membuat banyak informasi dari luar negeri yang dengan mudahnya masuk dan mudah pula untuk di akses sehingga sangat sulit untuk membatasinya. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya pergaulan bebas karena banyak dari kalangan siswa yang terpengaruh oleh pergaulan bebas yang ada di luar negeri sehingga ikut mencontoh apa yang siswa lihat melalui internet.

5. Maraknya Penyebaran Pornografi di Kalangan Siswa

Dengan maraknya penyebaran pornografi di kalangan siswa yang dapat menyebabkan kerusakan moral pada generasi remaja saat ini. Bagi siswa yang berada di bawah umur dan melihat hal yang berbau pornografi dapat menimbulkan rasa penasaran. Ingin mencobanya sehingga di kemudian hari akan menyebabkan siswa mengalami kerusakan moral.

Itulah beberapa efek negatif dari perkembangan teknologi terhadap bidang pendidikan. Banyak yang akan menjadi korban khususnya siswa akibat dari derasnya arus informasi yang ada di internet. Semua pihak harus turut andil untuk mengontrol arus informasi yang di terima oleh siswa agar siswa tetap bisa berada di jalan yang baik dan benar.

Pendidikan di Era Digital: Manfaat dan Tantangannya

Pendidikan di Era Digital: Manfaat dan Tantangannya

Pendidikan di Era Digital – Ketahui manfaat dan tantangan pendidikan di era digital berikut ini, agar anak tercinta dapat menjadi salah satu yang mahir dan tangguh menghadapinya.

Jangan lewatkan setiap bagian dalam artikel ini, sebab Anda akan mendapat informasi berharga seputar:

  • Manfaat dari pendidikan di era digital
  • Tantangan pendidikan di era digital

Mari simak ulasannya lebih lanjut!

Dunia saat ini sudah terkuasai oleh perkembangan digital yang semakin canggih. Bahkan canggihnya teknologi digital sudah menyentuh setiap aspek kehidupan manusia, termasuk dalam sistem pendidikan di Indonesia.

Lalu, apa saja manfaat era digital dalam sektor pendidikan? Simak uraiannya berikut ini.

1. Transformasi Pendidikan Membuat Kurikulum Semakin Modern

Perkembangan teknologi yang semakin berkembang bahkan di sektor pendidikan, memberikan dampak positif bagi pegiat bidang pendidikan untuk memanfaatkannya dalam pembaharuan kurikulum.

Para murid menjadi lebih mudah memiliki akses konten materi pelajaran yang relevan, yang terus mengalami pembaharuan oleh tenaga pendidik melalui teknologi digital.

2. Meningkatkan Hasil Belajar dengan Analisa Data Digital

Para pengajar dapat memanfaatkan teknologi digital untuk mendiagnosis hasil pemahaman belajar para muridnya.

Dengan hasil analitik digital itu pula, tenaga pengajar dapat lebih cepat mendeteksi apa yang sedang dibutuhkan setiap muridnya.

3. Meningkatkan Suasana Belajar yang Kolaboratif

Platform digital untuk pembelajaran murid dapat meningkatkan kolaborasi antar sesama.

Sebab mudahnya para pengajar membuat dan mengelola grup yang berisi para murid dengan berbagai tugasnya, memudahkan tim murid untuk menulis bersama sebuah materi hingga presentasinya, walaupun dalam jarak yang jauh.

4. Mudahnya Mengevaluasi Hasil Belajar Murid

Teknologi memiliki peran penting dengan mampu mendeteksi secara detail hasil tugas para murid. Sehingga para pengajar lebih praktis, lebih mudah, dan lebih efisiensi waktu dalam mengevaluasi hasil belajar muridnya.

Baca Juga : Pentingnya Literasi Digital dalam Pendidikan

Tantangan Pendidikan di Era Digital

Di samping manfaat yang diperoleh tenaga pengajar serta para murid dari berkembangnya pendidikan di era digital, terdapat pula tantangan yang harus dihadapi.

Berikut ini adalah tantangan era digital di sektor pendidikan.

1. Paradigma yang Berubah

Berkembangnya era digital ini tentunya akan menghapus paradigma budaya pendiidikan tradisional.

Para pendidik dan lembaga pendidikan harus mampu beradaptasi dengan perubahan ini, dengan bagaimana mengolah metode belajar, kurikulum, hingga penilaiannya.

Para pendidik juga harus mampu mengoptimalkan manfaat digital sehingga mampu lebih meningkatkan keterampilan kritis, kolaboratif, komunikasi, hingga kreatifitas para muridnya.

2. Terjadinya Kesenjangan Akses

Di samping manfaatnya, teknologi digital akan menuntut kesiapan bukan hanya yang bersifat moril namun juga materil.

Kesenjangan ekonomi dan sosial setiap murid, akan turut berperan dalam penggunaan teknologi digital ini. Peran para pengajar dan lembaga pendidikan akan sangat berarti dalam mengatasi tantangan ini.

3. Mudahnya Akses Informasi

Segala informasi akan mudah ditemukan di internet, sayangnya tidak semua informasi yang tersedia di internet bersifat positif.

Sudah banyak pula informasi yang berdampak negatif bagi perkembangan moral para murid, sehingga para pengajar memiliki tanggung jawab dalam mengarahkan kebebasan mengakses informasi di internet.

Kesimpulan

Melaju pesatnya teknologi digital bahkan di sektor pendidikan, memang bagai sebilah gunting yang bisa mendatangkan manfaat bagi penggunanya, namun bisa juga menambah keburukan bagi penggunannya.

Memang peran para tenaga pengajar sangat diharapkan dapat turut memberikan manfaatnya saja dari era digital saat ini, namun para orang tua pun diharapkan dapat memberikan peran kendali yang sama besarnya.

Bukan sebuah pekerjaan mudah, namun kolaborasi yang intens antara orang tua dan tenaga pendidik, akan sangat besar pengaruhnya dalam menghadapi tantangan dan mengambil manfaat dari pendidikan di era digital ini.

Pentingnya Literasi Digital dalam Pendidikan

Pentingnya Literasi Digital dalam Pendidikan

Pentingnya Literasi Digital – Pendidikan adalah fondasi bagi kemajuan masyarakat, dan dalam era digital yang semakin maju, literasi digital telah menjadi elemen integral dalam upaya mempersiapkan generasi mendatang untuk menghadapi tantangan global. Literasi digital bukan hanya tentang kemampuan teknis, tetapi juga tentang pemahaman mendalam tentang bagaimana teknologi mempengaruhi kehidupan kita secara luas. Inilah mengapa pentingnya literasi digital dalam pendidikan menjadi semakin mendesak.

Akses ke Informasi dan Pengetahuan

Di era digital, informasi tersedia dalam jumlah besar dan dengan cepat. Literasi digital memungkinkan guru dan siswa untuk mengakses, mengervaluasi, dan memanfaatkan informasi dengan bijak. Dengan keterampilan ini, mereka dapat memilah informasi yang akurat, valid, dan bermanfaat dari berbagai sumber, serta menghindari penyebaran informasi palsu.

Pemahaman Teknologi

Literasi digital membantu guru dan siswa memahami teknologi yang mereka gunakan sehari hari. Mereka tidak hanya belajar tentang cara menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak, tetapi juga memahami prinsip prinsip dasar di balik teknologi tersebut, Ini membekali mereka dengan pengetahuan yang di perlukan untuk beradaptasi dengan perubahan teknologi dan bahkan berkontribusi dalam pengembangan teknologi baru.

Keterampilan Komunikasi dan Kolaborasi

Penggunakaan platform digital telah mengubah cara kita berkomunikasi dan berkolaborasi. Literasi digital melibatkan pemahaman tentang etika komunikasi online, penggunaan media sosial, dan keterampilan berkolaborasi dalam lingkungan digital. Siswa di ajarkan bagaimana berinteraksi secara produktif dan bermakna di dunia digital, yang merupakan keterampilan penting dalam dunia kerja modern.

Pendidikan yang Lebih Menarik dan Berinteraksi

Pendidikan berbasis teknologi dapat membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan interaktif. Dengan literasi digital, guru dan siswa dapat mengakses sumber daya pembelajaran online, berpartisipasi dalam forum diskusi, mengikuti kursus daring, dan menggunakan alat alat pembelajaran kreatif seperti video, animasi, dan simulasi.

Persiapan Untuk Dunia Kerja Masa Depan

Dunia kerja terus berkembang, dengan teknologi yang berperan penting dalam berbagai industri. Olehkarena itu, Literasi digital membekali siswa dengan keterampilan yang di perlukan untuk sukses di tempat kerja modern. Mereka dapat mengembangkan kemampuan problem solving, kreativitas, pemecahan masalah teknis, dan adaptabilitas yang di perlukan dalam lingkungan kerja yang cepat berubah.

Baca Juga : Dampak Globalisasi di Bidang Pendidikan Beserta Contohnya

Kesadaran Tentang Etika dan Keamanan Digital

Literasi digital juga mencakup kesadaran tentang etika dan keamanan digital. Guru dan siswa di ajarkan bagaimana berperilaku dengan hormat dan bertanggung jawab dalam ruang digital, serta cara melindungi diri mereka dari risiko keamanan dan privasi.

Penguatan Literasi Digital bagi Guru

Pada era digital yang semakin berkembang, literasii digital telah menjadi keterampilan esensial yang harus di kuasai oleh para guru. Oleh karena itu,  Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah paradigma pendidikan tradisional menjadi lebih dinamis dan interaktif melalui penggunaan platform digital. Dalam rangka mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran, penguatan literasii digital bagi para guru menjadi prioritas utama.

Pelatihan Guru dalam Penguatan Literasi Digital

Selain itu. Pelatiihan guru merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa pendidikan memiliki keterampilan dan pengetahuan yang di perlukan dalam memanfaatkan teknologi digital secara efektif di dalam kelas. Pelatihan guru tentang penggunaan platform digital dapat membantu mereka mengembangkan strategi pembelajaran yang menarik dan berinteraksi dengan siswa melalui media yang relevan. Selain itu, pelatihan ini juga akan meningkatkan efisiensi dalam administrasi dan manajemen pembelajaran.

Sertifikasi Guru dalam Literasi Digital

Sertifikasi guru dalam literasii digital dapat memberikan pengakuan formal terhadap kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran. Program sertifikasi ini dapat mencakup penilaian terhadap kemampuan guru dalam mengintegrasikan teknologi dalam kurikulum, merancang materi pembelajaran berbasis digital, dan memfasilitasi interaksi siswa secara online. Sertifikasi semacam ini akan mendorong guru untuk terus meningkatkan keterampilan literasii digital mereka.

Pelatihan In-House Training

Pelatihan in-house training merupakan jenis pelatihan yang di selenggarakan di dalam lingkungan sekolah atau lembaga pendidikan. Ini memungkinkan guru untuk belajar secara kolaboratif dan berbagi pengalaman tentang penggunaan platform digital yang efektif. Selain itu. Pelatihan ini juga dapat di sesuaikan dengan kebutuhan khusus sekolah dan memastikan bahwa guru memiliki pengetahuan tentang aplikasi teknologi yang relevan dengan lingkungan belajar mereka.

Dampak Globalisasi di Bidang Pendidikan Beserta Contohnya

Dampak Globalisasi di Bidang Pendidikan Beserta Contohnya

Dampak Globalisasi – Globalisasi sering di kaitkan dengan kemajuan teknologi dan informasi yang tiada batas, namun sebenarnya globalisasi berhubungan dengan berbagai bidang kehidupan. Akibat dari arus globalisasi ini sekat-sekat sebuah negara dengan negara lain menjadi memudar karena kemudahan yang diperoleh dalam berinteraksi di berbagai bidang. Negara-negara di seluruh dunia tidak luput dari arus globalisasi ini, tidak terkecuali bagi negara Indonesia yang termasuk dalam negara berkembang di Asia Tenggara. Globalisasi ibarat memiliki dua mata pisau karena memiliki dampak positif sekaligus dampak negatif. Kita sebagai manusia yang hidup di era globalisasi harus bijak dalam menyikapinya, karena kita akan terkena dampak negatif jika terlena dalam arus globalisasi ini.

Globalisasi memiliki dampak positif dan dampak negatif bagi berbagai bidang kehidupan, termasuk dalam bidang pendidikan. Globalisasi memberi dampak positif bagi bidang pendidikan sekaligus memberi dampak negatif yang perlu di waspadai. Lalu apa saja dampak pada bidang pendidikan yang di timbulkan oleh globalisasi? Seperti yang kita ketahui bahwa pendidikan merupakan wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi diri, baik mengembangkan kecerdasan emosional maupun keahlian teknis. Pendidikan merupakan kunci bagi perkembangan suatu bangsa, karena dengan pendidikan generasi di suatu negara bisa terdidik dan terlatih dengan baik. Berikut ini akan di bahas secara detail mengenai dampak positif dan dampak negatif globalisasi bagi bidang pendidikan.

Dampak Positif Globalisasi bagi Pendidikan

Berikut ini adalah beberapa poin positif yang ditimbulkan dari adanya globalisasi di dunia pendidikan:

1. Sistem Belajar Mengajar yang Tidak Selalu Tatap Muka

Dampak positif pertama di bidang pendidikan yang di sebabkan oleh arus globalisasi adalah sistem pembelajaran secara online atau biasa di sebut e-learning. Sistem pembelajaran ini tidak mengharuskan pendidik dan peserta didik untuk saling bertatap muka secara langsung. Tentu hal ini bisa menjadi opsi bagi peserta didik yang mempunyai kesibukan yang tinggi, karena sistem e-learning biasanya dapat di akses kapan saja dan bersifat fleksibel.

Selain itu, sistem pembelajaran ini bisa menghemat biaya transportasi baik bagi pendidik dan peserta didik, berbeda dengan sistem pembelajaran konvensional yang membutuhkan biaya transportasi sebagai penunjang pendidikan. Komputer atau laptop dan jaringan internet merupakan elemen penting yang di butuhkan untuk mengakses sistem pembelajaran online ini, oleh karena itu sistem pembelajaran ini masih terbatas penggunaannya.

2. Kemudahan dalam Mengakses Informasi Pendidikan

Dampak positif globalisasi selanjutnya dalam bidang pendidikan adalah mudahnya mengakses informasi pendidikan. Internet memberi kemudahan bagi pendidik dan peserta didik untuk mengakses materi belajar, katakanlah hadirnya situs-situs yang menyediakan buku dalam bentuk digital yang dapat di unduh dan di jadikan referensi dalam proses belajar mengajar. Buku-buku elektronik atau e-book ini bisa di unduh dan langsung di baca tanpa harus mencetaknya terlebih dahulu, sehingga bisa menghemat pemakaian kertas.

3. Meningkatnya Kualitas Pendidik

Kemudahan dalam mengakses informasi pendidikan secara langsung bisa meningkatkan kualitas dari tenaga pendidik. Kemudahan di era globalisasi ini seyogyanya harus di manfaatkan secara maksimal oleh guru, karena saat ini guru bisa leluasa melihat trend pembelajaran di dunia, serta mencari referensi-referensi dari negara termaju di dunia yang berguna dalam proses belajar mengajar. Dengan memaksimalkan teknologi dan informasi di era globalisasi, kualitas pengajar akan terus meningkat.

4. Meningkatnya Kualitas Pendidikan

Akibat dari pesatnya arus globalisasi, metode pembelajaran yang awalnya bersifat sederhana kini berubah menjadi metode pendidikan berbasis teknologi. Kemajuan teknologi yang semakin canggih ternyata memberi dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan. Sebagai contoh, pada zaman dahulu seorang guru harus menulis di papan tulis dengan menggunakan kapur. Kini dengan adanya teknologi, guru bisa memanfaatkan komputer dan internet untuk menggabungkan tulisan, gambar, suara, video bahkan film untuk mempermudah dalam penyampaian ilmu, termasuk dalam pengajaran ilmu klimatologi.

5. Pertukaran Pelajar

Pertukaran pelajar di dunia pendidikan sering terjadi di era globalisasi. Pelajar dalam sebuah negara bisa memiliki kesempatan untuk menempuh pendidikan di luar negeri atau sebaliknya. Siswa yang berkesempatan belajar ke negara dengan pendidikan terbaik dituntut untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan baru dan bisa mengetahui serta mengerti budaya di luar negeri, sehingga siswa di harapkan bisa memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas.

Baca Juga : Memahami Makna Hakikat Pendidikan Nasional

Dampak Negatif Globalisasi bagi Pendidikan

Berikut ini adalah beberapa dampak negatif yang di timbulkan oleh globalisasi bagi dunia pendidikan:

1. Menurunnya Kualitas Moral Siswa

Dampak buruk dari adanya globalisasi bagi dunia pendidikan adalah menurunnya kualitas moral para siswa. Informasi di internet yang dapat di akses secara leluasa sangat rawan dalam mempengaruhi moral siswa, sebagai contoh situs-situs yang berbau pornografi, serta adanya foto dan video yang tidak pantas sangat mudah di akses dan merajalela di media sosial tanpa adanya filterisasi. Adanya konten-konten yang tidak baik tersebut bisa mempengaruhi perilaku siswa baik secara langsung maupun tidak langsung. Maka dari itu, agar moral siswa tidak semakin rusak di perlukan kontrol dan perhatian dari orang tua siswa, guru dan negara.

2. Meningkatnya Kesenjangan Sosial

Dampak buruk selanjutnya adalah meningkatnya kesenjangan sosial di masyarakat. Metode pendidikan berbasis teknologi bisa menjadi kesempatan bagi sebuah negara untuk meningkatkan pendidikannya, namun nyatanya kemajuan teknologi dan informasi di dunia pendidikan perlu di barengi dengan kesiapan mental dan modal yang tentunya tidak sedikit. Di beberapa negara di dunia khususnya negara berkembang, perkembangan teknologi hanya bisa di nikmati sekolah-sekolah di wilayah perkotaan, sementara sekolah yang berada di wilayah pedalaman terus tertinggal karena sulitnya akses dan kurangnya modal. Akibatnya kesenjangan sosial di bidang pendidikan tidak dapat di bendung lagi.

3. Tergerusnya Kebudayaan Lokal

Arus globalisasi yang sangat pesat juga bisa menggerus kebudayaan lokal di sebuah negara. Perkembangan teknologi memungkinkan kontak budaya terjadi melalui media massa, akibatnya pengaruh luar negeri dapat masuk dengan leluasa ke sebuah negara. Pengaruh globalisasi dalam bidang pendidikan yang di kuasai dan di gerakkan oleh negara-negara maju bisa menjadi masalah bagi negara-negara berkembang, tidak terkecuali bagi Indonesia yang memiliki beberapa pulau yang masuk dalam kategori pulau terbesar di dunia.

4. Munculnya Tradisi Serba Cepat dan Instan

Dampak buruk globalisasi selanjutnya dalam dunia pendidikan adalah munculnya tradisi serba cepat dan instan. Penyikapan arus globalisasi yang tidak tepat bisa menjadikan pendidikan kehilangan orientasi idealnya yaitu proses pembelajaran. Orientasi pendidikan yang awalnya menekankan pada proses telah berubah ke ranah pencapain hasil. Akibatnya banyak orang yang hanya menekankan pada hasil akhir ketika menempuh sebuah pendidikan, bahkan kini makin marak adanya jual beli ijazah palsu karena banyak orang yang ingin cepat mendapatkan keuntungan secara cepat dan instan. Tentu hal ini bisa menjadi masalah yang besar dan merugikan negara jika tidak segera ditangani dengan cepat. Globalisasi di dunia pendidikan perlu disikapi dengan bijak agar nantinya tidak salah arah.

5. Komersialisasi Pendidikan

Dampak buruk dari globalisasi selanjutnya adalah terancamnya kemurnian tujuan dalam pendidikan akibat dari komersialisasi pendidikan. Saat ini banyak instansi pendidikan yang di dirikan dengan tujuan utama sebagai tempat bisnis. Sebuah lembaga pendidikan bisa disebut sebagai komersialisasi pendidikan jika mementingkan biaya pendaftaran dan uang gedung, tetapi kewajiban-kewajiban pendidikannya sering di abaikan.