Strategi Menanamkan Pendidikan Karakter di Kelas

Strategi Menanamkan Pendidikan Karakter di Kelas

Strategi Menanamkan Pendidikan Karakter – Pendidikan karakter merupakan pendidikan yang bertujuan untuk membangun karakter pada seseorang, khususnya anak. Karakter sendiri merupakan sifat atau ciri khas yang melekat pada diri seseorang dalam berperilaku sehari-hari dan dapat di pengaruhi oleh lingkungan maupun orang terdekat, misalnya keluarga dan sekolah. Keluarga merupakan tempat belajar dan pembentukan karakter pertama yang di peroleh oleh anak.

Selain itu, lingkungan sekolah juga menjadi tempat memperoleh pendidikan karakter bagi anak. Pendidikan karakter juga di rumuskan dalam UUD no 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pada pasal 1:

Sehingga dapat di simpulkan bahwa, pendidikan bukan hanya mengembangkan kecerdasan saja, melainkan menjadi manusia yang berakhlak mulia dan berguna bagi bangsa dan negara. Melalui pendidikan karakter di sekolah, maka akan tercipta generasi yang bermoral dan berpendidikan. Tentunya di perlukan strategi untuk menanamkan pendidikan karakter pada siswa di sekolah.

5 Strategi Menanamkan Nilai-nilai Pendidikan Karakter di Kelas

Guru memiliki peran penting untuk mencerdaskan serta membangun karakter generasi bangsa di sekolah. Guru juga menjadi orang tua, teman, penasehat serta pendengar yang baik bagi siswa di sekolah. Sebagai sosok berpendidikan, guru bukan hanya memberikan pengetahuan akademik saja pada siswa, melainkan mendidik anak menjadi manusia yang baik, bijak dan bermanfaat bagi dirinya dan lingkungannya.

Dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter di sekolah, di perlukan dukungan antara pihak sekolah dengan orangtua murid untuk melihat perkembangan. Berikut ini merupakan 10 strategi menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran di kelas, di antaranya yaitu:

1. Memberikan Contoh yang Baik untuk Siswa

Selain memberikan materi akademik, siswa harus mendapatkan contoh berperilaku yang baik. Guru yang merupakan orang tua siswa di sekolah dapat berperilaku atau bertindak yang baik, guna memberikan contoh yang untuk siswanya. Dari contoh tersebutlah murid dapat belajar dan mengikuti perilaku positif dari guru.

2. Memberikan Apresiasi

Selain sebagai ucapan selamat atau Terima kasih atas keberhasilan yang di ukir, apresiasi pada murid merupakan salah satu hal yang berharga guna menyemangatkan murid untuk kembali mengukir prestasi. Guru bukan hanya memberikan apresiasi pada pencapaian akademik saja, melainkan memberikan apresiasi kepada murid yang berperilaku baik, jujur dan saling membantu.

Baca Juga : Apa itu Pendidikan Vokasi? Berikut Penjelasannya!

Misalnya dengan mengapresiasi nilai murid yang masih di bawah rata-rata, karena tidak menyontek saat mengerjakan latihan soal SD atau memberi nasehat kepada siswa yang menyontek. Hal tersebut menjadi salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menanamkan pendidikan karakter di kelas.

3. Memberikan Pesan Moral pada Setiap Pelajaran

Di samping memberikan bank soal SD, sebagai guru, Anda harus menyisipkan nilai moral dalam pelajaran tersebut. Bukan hanya menyampaikan materi pembelajaran, melainkan penanaman moral yang dapat di jadikan sebagai pedoman hidup. Misalnya ketika mengajarkan matematika, guru bukan hanya memberikan rumus, tetapi mengajarkan bahwa hidup seperti mengerjakan soal matematika, ketika ada soal sulit kita harus berusaha, berpikir dan bersabar dalam menyelesaikannya.

Dengan menanamkan nilai moral dalam setiap pelajaran, maka siswa akan tumbuh dan siap menghadapi masalah hidup, serta selalu berpikir optimis dan berusaha untuk menyelesaikan masalah.

4. Jujur dan Terbuka pada Kesalahan

Setiap manusia tentu pernah melakukan kesalahan, tak terkecuali guru. Sebagai guru, mungkin Anda pernah melakukan kesalahan baik dalam mengoreksi maupun menyampaikan materi, serta datang terlambat ke kelas. Anda harus terbuka pada kesalahan sekecil apapun. Hal tersebut juga bisa di jadikan contoh pada murid untuk selalu berperilaku jujur dan tidak malu mengakui kesalahan.

Hilangkan rasa gengsi, karena pembuka pada kesalahan menjadi salah satu cara menanamkan pendidikan karakter pada murid. siswa akan menjadi seseorang yang berani bertanggung jawab atas kesalahan yang di buatnya.

5. Mengajarkan Sopan Santun

Sopan santun merupakan perilaku yang wajib di tanamkan kepada siswa. Salah satunya dengan sejumlah sekolah yang menerapkan 5S yaitu salam, senyum, sapa, sopan dan santun. Meskipun terdengar sepele, namun sopan santun perlu di ajarkan kepada siswa agar mereka dapat menjaga sikap saling menghormati.

Sebagai guru, Anda harus menegur siswa yang kurang sopan guna mengoreksi perilaku tersebut. Teguran bukan berarti Anda harus memarahi siswa, melainkan cukup mengingatkan siswa jika perilaku tersebut tidaklah baik. Jangan lupa untuk selalu mencontohkan perilaku sopan dan santun.

7 Pendidikan Moral Penting untuk Anak Usia 3 Tahun

7 Pendidikan Moral Penting untuk Anak Usia 3 Tahun

7 Pendidikan Moral – Pendidikan merupakan hal yang penting bagi perkembangan si Kecil. Agar ia tumbuh menjadi anak yang pintar tentunya Ibu akan memberikan pendidikan yang terbaik. Selain bentuk pendidikan formal, pendidikan moral juga menjadi aspek yang sangat dibutuhkan. Hal ini akan mempengaruhi cara si Kecil dalam mengambil keputusan dan bersikap dalam jangka panjang. Berikut ini merupakan 7 pendidikan moral yang bisa Ibu ajarkan pada si Kecil terutama saat dia telah berusia 3 tahun. Simak ulasan lengkapnya, ya!

Mengucapkan kata tolong, maaf, dan terima kasih

Hal paling dasar dari pendidikan moral yang bisa Ibu ajarkan pada si Kecil adalah 3 kata ajaib. Ketiganya terdiri dari tolong, maaf, dan terima kasih. Ajarkan pada si Kecil untuk selalu mengucapkan kata tolong sebelum meminta bantuan orang lain. Biasakan juga ia mengucapkan kata maaf apabila melakukan sebuah kesalahan. Yang terakhir, pastikan si Kecil mengucapkan kata terima kasih setelah mendapatkan sesuatu atau sebuah bantuan. Ibu dapat memberi contoh terlebih dahulu sehingga si Kecil akan mengikuti dan semakin terbiasa menggunakan 3 kata ajaib tersebut.

Menumbuhkan rasa empati terhadap hewan dan tumbuhan

Pendidikan moral kedua yaitu rasa empati. Ajarkan si Kecil mengenai rasa empati terhadap hewan dan tumbuhan dengan merawat mereka. Jika si Kecil telah memiliki empati pada hewan dan tumbuhan, ia akan otomatis memiliki empati pada sesama manusia.

Contoh mengenai rasa empati misalnya memberi makan hewan peliharaan karena paham bahwa mereka pun membutuhkan makanan. Selain itu merawat tanaman dengan penuh kasih sayang juga akan mengasah empati si Kecil. Mendidik empati si Kecil akan membuatnya menjadi anak yang lebih sabar, penuh kasih, serta tidak mudah membenci sesuatu.

Berbuat baik dan berbagi terhadap sesama

Setelah si Kecil mengenal kata ajaib dan empati, selanjutnya Ibu dapat mengajarkan mengenai pentingnya berbagi terhadap sesama. Si Kecil yang mendapat pendidikan moral mengenai berbagi akan tumbuh menjadi anak yang terbuka. Ia akan lebih mudah berinteraksi sosial dan tidak menjadi pemalu. Beri pemahaman juga bahwa berbuat baik merupakan hal yang wajib dilakukan dimanapun dan kapan pun.

Pantau Tumbuh Kembang Lewat Posyandu Online

Baca Juga : Contoh Pendidikan Moral dan Cara Mengajarkannya pada Anak

Mengenalkan si Kecil pada etika

Mengenalkan si Kecil terhadap etika juga termasuk hal penting. Dengan begitu si Kecil akan memahami bahwa ia harus memiliki sopan santun yang tepat. Misalnya, jika bicara dengan orang lebih tua harus dengan nada yang sopan dan bahasa yang halus. Pelajaran mengenai etika ini kelak akan berguna hingga si Kecil tumbuh dewasa.

Cara menghargai diri sendiri dan orang lain

Pendidikan moral bukan hanya tentang bagaimana bersikap dengan orang lain. Ibu diharapkan juga mengajarkan mengenai pentingnya menghargai diri sendiri. Tanamkan pada si Kecil bahwa dengan menghargai diri sendiri maka otomatis telah menghargai orang lain. Contoh sikap menghargai diri sendiri misalnya: mandi dan wangi sebagai usaha membersihkan tubuh sebelum bertemu orang lain, tidak bicara kasar, serta berpenampilan sopan.

Kenalkan pada Tuhan dan pentingnya beribadah

Pendidikan moral lainnya yang bisa ibu terapkan yaitu mengenalkan Tuhan. Ajari si Kecil pendidikan agama sesuai yang keluarga yakini. Ibu dapat mulai mengajari bahwa beribadah merupakan hal penting karena berkomunikasi dengan Tuhan dapat melalui ibadah. Nilai moral mengenai ketuhanan akan sangat berguna salah satunya untuk mencegah si Kecil melakukan berbagai hal buruk.

Tidak membeda-bedakan orang lain

Peran Ibu dan keluarga sebagai lingkungan terdekat si Kecil sangatlah penting bagi perkembangan moralnya. Oleh karena itu, pendidikan moral sebaiknya diajarkan dengan serius dan konsisten. Ajarkan pada si Kecil bahwa semua orang di dunia ini adalah sama hanya saja memiliki peran yang berbeda-beda.

Hal ini bertujuan agar si Kecil tidak menggolongkan orang dan memilih-milih dalam berteman. Jika pendidikan ini telah melekat sejak kecil, nantinya ia tidak akan tumbuh menjadi rasis atau condong pada golongan tertentu.

Alasan Mendasar, Mengapa Kamu Perlu Sekolah?

Alasan Mendasar, Mengapa Kamu Perlu Sekolah?

Alasan Mendasar, Mengapa Kamu Perlu Sekolah? – Sekolah adalah lembaga pendidikan formal yang memainkan peran penting dalam perkembangan dan pendidikan anak-anak di Indonesia. Sistem pendidikan di Indonesia dirancang untuk memberikan dasar pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan bagi perkembangan peserta didik.

Di Indonesia, sekolah dibagi menjadi beberapa tingkatan, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga perguruan tinggi. Anak-anak biasanya memulai pendidikan formal mereka dengan mengikuti PAUD, yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan sosial, kognitif, dan motorik anak-anak sejak usia dini. Setelah itu, anak-anak melanjutkan pendidikan mereka ke tingkat pendidikan dasar, yang terdiri dari SD (Sekolah Dasar) selama 6 tahun.

Pendidikan dasar di Indonesia menekankan pembelajaran mata pelajaran inti seperti Bahasa Indonesia, Matematika, IPA (Ilmu Pengetahuan Alam), dan IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial). Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, siswa melanjutkan ke tingkat pendidikan menengah. Tingkat ini terdiri dari SMP (Sekolah Menengah Pertama) dan SMA (Sekolah Menengah Atas). Pendidikan menengah memiliki kurikulum yang lebih beragam, dan siswa dapat memilih mata pelajaran sesuai dengan minat dan bakat mereka.

Pentingnya Sekolah Bagi Anak

Sekolah, tempat di mana petualangan belajar dimulai, memiliki peran krusial dalam membentuk masa depanmu. Dalam artikel ini, kita akan menggali lebih dalam mengenai pentingnya sekolah dan mengapa pendidikan adalah kunci kesuksesan.

1. Menyediakan Dasar Pengetahuan yang Kokoh

Sekolah bukan hanya tempat untuk mengejar nilai, tapi juga tempat di mana kamu membangun fondasi pengetahuan. Mulai dari matematika hingga ilmu pengetahuan alam, sekolah memberikan dasar yang kokoh untuk pemahaman dunia.

2. Membentuk Karakter dan Etika

Di sekolah, kamu tidak hanya belajar tentang rumus matematika atau peristiwa sejarah. Kamu juga diajarkan nilai-nilai moral dan etika yang membentuk karakter. Ini adalah pembelajaran yang tidak terukur dalam ujian, tetapi membawa dampak seumur hidup.

3. Menyiapkan untuk Tantangan Dunia Nyata

Dunia nyata tidak hanya tentang teori, tetapi juga tentang keterampilan praktis. Sekolah memberikan kamu kesempatan untuk mengembangkan keterampilan ini, mulai dari komunikasi hingga pemecahan masalah, yang akan berguna ketika kamu kelak menjelajahi dunia kerja.

Baca Juga : Pentingnya Pendidikan untuk Anak dan Cara Memilih Sekolah

4. Membangun Hubungan Sosial yang Berharga

Selain belajar, sekolah adalah tempat di mana kamu bertemu teman-teman seumur hidup. Hubungan sosial ini tidak hanya membuat perjalanan sekolah lebih menyenangkan, tetapi juga memberikan dukungan emosional selama dan setelah masa sekolah.

Sekolah adalah pintu gerbang menuju pendidikan tinggi. Dengan memiliki pendidikan yang baik, kamu membuka peluang untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan meraih impian karirmu.

6. Mengasah Bakat dan Minat

Setiap individu memiliki bakat dan minat yang unik. Sekolah memberikan platform untuk mengasah dan mengembangkan bakat serta minat tersebut. Dengan begitu, kamu dapat mengejar karir yang sesuai dengan passionmu.

7. Menyediakan Wawasan Multikultural

Dalam lingkungan sekolah, kamu akan berinteraksi dengan orang-orang dari berbagai latar belakang budaya. Ini membuka wawasan dan mempersiapkan kamu untuk hidup dalam masyarakat yang multikultural.

8. Membekali Diri dengan Keterampilan Teknologi

Dalam era digital seperti sekarang, keterampilan teknologi menjadi sangat penting. Sekolah tidak hanya memberikan pengetahuan tentang teknologi, tetapi juga melibatkan kamu dalam penggunaannya dalam pembelajaran.

9. Membentuk Kedisiplinan dan Tanggung Jawab

Kedisiplinan adalah kunci keberhasilan dalam kehidupan. Melalui aturan dan tanggung jawab di sekolah, kamu belajar untuk menjadi pribadi yang disiplin dan bertanggung jawab.

10. Memahami Pentingnya Kolaborasi

Kemampuan untuk bekerja sama dengan orang lain adalah keterampilan yang sangat dihargai dalam dunia profesional. Sekolah memberikan kamu kesempatan untuk berkolaborasi dalam proyek bersama teman-teman, mempersiapkan kamu untuk tantangan di dunia kerja.

Dari fondasi pengetahuan hingga keterampilan interpersonal, sekolah membuka pintu menuju masa depan yang sukses. Oleh karena itu, apapun jalur karirmu, ingatlah bahwa investasi waktu dan energi dalam pendidikan adalah investasi terbaik yang dapat kamu lakukan untuk dirimu sendiri. Jadi, nikmatilah perjalanan belajarmu di sekolah dan sambutlah setiap peluang untuk tumbuh dan berkembang.

Pentingnya Pendidikan untuk Anak dan Cara Memilih Sekolah

Pentingnya Pendidikan untuk Anak dan Cara Memilih Sekolah

Pentingnya Pendidikan untuk Anak – Hai Bunda, kalau sudah sampai di halaman ini pasti Bunda sedang mempelajari tips parenting, khususnya tentang pendidikan untuk anak. Sejak anak berusia dini (0-5 tahun) hingga masuk ke usia siap sekolah, pendidikan ini sifatnya krusial karena berkaitan langsung dengan perkembangan karakter dan dan intelegensi.

Pentingnya Pendidikan untuk Anak

Every child has the right to learn.

Satu kalimat itu saja sebenarnya sudah bisa menjawab pertanyaan “mengapa pendidikan untuk anak itu penting?”

Tapi rupanya tidak hanya itu saja, masih ada banyak jawaban yang bisa diberikan dengan mengulas satu persatu manfaat pendidikan untuk anak sejak dini.

Memberikan pengalaman baru

Selalu ada pengalaman pertama untuk anak, begitu pula dengan pendidikan. Sejak di rumah, anak pertama kali mengenal orang di sekitarnya, dan aktivitas harian lainnya. Bagi anak, bersosialisasi adalah pengalaman baru yang harus diajarkan supaya tidak salah kaprah.

Rumah adalah tempat anak pertama kali mendapatkan pendidikannya secara informal, terutama dari ibunya. Untuk memberikan pengalaman baru yang tepat bagi anak, orang tua akan mempelajarinya melalui ilmu atau tips parenting.

Baca Juga : Pentingnya Pendidikan Multikultural di Sekolah

Memfasilitasi curiosity anak

Berbicara tentang anak pasti identik dengan rasa penasarannya. Anak suka mencari tahu berbagai hal untuk menjawab rasa penasaran mereka. Di sinilah peran orang tua di butuhkan sebagai fasilitator pertama untuk mengarahkan rasa penasaran anak menjadi sesuatu yang menarik di pelajari.

Misalnya ketika anak mulai penasaran dengan teknologi. Alih-alih memberikan mereka langsung gadget untuk dimainkan sepuasnya, Bunda bisa mencari alternatif seperti pembelajaran menarik yang menggabungkan metode belajar digital dan konvensional seperti program yang di tawarkan oleh Sekolah Murid Merdeka (SMM).

Membantu perkembangan karakter dan intelegensi anak

Pendidikan yang baik dapat membantu anak untuk mengembangkan potensi dan kemampuan intelegensinya seperti

  • Kecerdasan visual (spasial)
  • Kecerdasan verbal (linguistik)
  • Kecerdasan matematika (logis)
  • Kecerdasan jasmani (kinestetik)
  • Kecerdasan musik
  • Kecerdasan interpersonal
  • Kecerdasan intrapersonal
  • Kecerdasan naturalistik

Selain itu, pendidikan juga dapat mengenalkan nilai baik kepada anak sehingga membantu perkembangan karakter mereka sesuai ajaran yang di terima. Di mulai dari hal sederhana dengan membiasakan untuk mengucapkan minta tolong, maaf, dan terima kasih pada anak.

Menanamkan nilai baik harus di lakukan sejak dini, karena usia golden years membuat mereka lebih mudah menyerap informasi dan merekamnya di memori untuk jangka waktu yang lama.

Cara Memilih Sekolah yang Baik untuk Anak

Setelah membaca satu persatu ulasan manfaat di atas, kita pasti sepakat bahwa pendidiikan untuk anak harus di siapkan sejak dini supaya dapat membantu mereka untuk mengembangkan potensi dan kemampuannya.

Lalu bagaimana jika usia anak sudah cukup untuk masuk sekolah, tapi bingung cara memilih sekolah yang baik untuk anak? Mari berkenalan dengan Sekolah Murid Merdeka (SMM).

Sekolah unggulan di Indonesia yang mengusung metode blended learning. SMM adalah pilihan sekolah yang tepat buat Bunda yang ingin memberikan pendidikan terbaik, fasilitas belajar yang lengkap, dan guru (fasilitator) yang dan siap mendampingi buah hati.

Pentingnya Pendidikan Multikultural di Sekolah

Pentingnya Pendidikan Multikultural di Sekolah

Pentingnya Pendidikan Multikultural – Pendidikan multikultural adalah sebuah proses penanaman cara hidup menghormati, tulus, dan toleran terhadap keanekaragaman budaya, agama yang hidup di tengah-tengah masyarakat plural (Introduction to multikultureal education, ed. Boston; Allyn & Bacon 2002). Pendidikan multikultural senantiasa mengedepankan pengagungan keanekaragaman, keterbukaan, kesamaan dan pluralitas yang meliputi sikap penghargaan, menjunjung tinggi hak asasi manusia dan secara khusus berhubungan dengan kebudayaan, agama, etnik, dan jender serta identitas sosial.

Melalui pendidikan multikultural, di harapkan tumbuh kesadaran dan kedewasaan pada setiap insan terdidik dalam menghadapi masyarakat majemuk dan benturan konflik sosial. Dalam konteks pendidikan di sekolah, keanekaragaman latar belakang budaya, keluarga, agama, dan lingkungan peserta didik maupun pendidik dapat di jadikan sebagai lingkungan yang strategis untuk mengelola kemajemukan secara kreatif, sehingga konflik yang muncul sebagai dampak dari perubahan sosial dapat di kelola secara nalar dalam zona pendidikan di sekolah.

Pendidikan Multikultural Suatu Proses

Keberagaman budaya, agama, etnik, dan pluralitas di dalam masyarakat belum di pahami secara memadai. Artinya aneka pertimbangan tentang multi-budaya belum masuk dalam penalaran anak didik dan pendidik. Alih-alih aneka tindakan kekerasan, agresivitas, penegasian terhadap orang lain, dan sebagainya. Insan mengalami kesulitan menerima, apalagi menghargai perbedaan pendapat, pandangan, serta pluralitas di dalam masyarakat dengan aneka keunikan budaya. Persoalan ini di coba di jawab dengan pendidikan multikultural.

Pendidikan multikultural harus di pahami pertama-tama sebagai suatu proses dan bukannya sebuah program. Proses menjadi artinya proses yang berkelanjutan, proses belajar yang tidak pernah selesai. Berjalan terus sepanjang peradaban pendidikan dan hidup manusia (life long learning). Peserta didik menyediakan instrument dan pengalaman dengan kesediaan untuk memahami, mengerti serta mengakui latar belakang dari semua pribadi dengan corak kebudayaan masing-masing, sehingga ia mampu mengaplikasikannya dalam masyarakat di mana ia berada.

Baca Juga : Inilah Alasan Mengapa Pendidikan Itu Penting

Multikultural Kontekstualisasi Pendidikan

Dalam konteks Indonesia, pendidikan multikultural menyentuh konteks-tualisasi kehidupan manusia Indonesia. Kesadaran bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang terdiri dari beragam suku, budya, agama, identitas, sejarah lingkungan, dan pengalaman hidup yang unik dan berbeda-beda. Perbedaan adalah identitas terpenting dan otentik setiap manusia daripada kesamaannya. Sudah saatnya kegiatan belajar-mengajar di tujukan agar peserta didik tidak hanya menguasai materi ilmu atau nilai, tetapi mengalami sendiri proses berilmu dan hidup dalam kebersamaan di ruang kelas dan sekolah.

Globalisasi Sebagai Tantangan

Dewasa ini, sistem kapitalisme neo liberal tampil dengan fenomena baru yakni globalisasi. Terminologi globalisasi mendominasi peradaban kehidupan manusia saat ini. Globalisasi pada satu sisi dengan kemajuan teknologi informasi dan transportasi membantu manusia dalam banyak hal. Dunia menjadi sebuah kampung global. Sehingga membangun komunikasi antara manusia yang satu dengan yang lainnya dapat terhubung dengan mudah.

Gagasan tentang kemajuan pun menjadi daya dorong yang kuat bagi terciptanya struktur masyarakat modern yang serba ingin cepat, berkembang dan terus maju sampai seakan-akan tanpa batas lagi. Namun di balik glamornyamodernitas tercipta suatu pergeseran kesadaran dalam diri manusia.

Sebuah Pendekatan

Pengembangan pendidikan multikultural di tujukan kearah terwujudnya suatu peradaban dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Setiap pribadi harus menjadi sadar akan kebudayaan mereka, merupakan mereka. Mempunyai pemahaman yang holistik (menyeluruh) dan mampu mengapresiasi kebudayaan lain secara asertif. Berpartisipasi di dalam satu kebudayaan atau lebih dan bertanggung jawab untuk memeliharanya. Untuk mewujudkan peradaban itu maka lingkungan pendidikan harus merefleksikan hakikat pluralistik dan tantangan globalisasi.

Pola pendekatannya seharusnya utuh dan menyeluruh. Maksudnya suatu perubahan tujuan dan objek pendidikan. Pendidikan tidak sebatas pada hafalan, sehingga mencetak peserta didik sebagai robot. Melainkan pendidikan yang langsung menyentuh apa yang hakiki dalam hidup manusia, pendidikan perkembangan, pendidikan lingkungan hidup, pendidikan perdamaian, dan pendidikan jender.

10 Kriteria Suatu Pendidikan Bisa Dikatakan Berkualitas

10 Kriteria Suatu Pendidikan Bisa Dikatakan Berkualitas

10 Kriteria Suatu Pendidikan – Pendidikan adalah fondasi penting dalam pembentukan individu dan masyarakat yang kuat. Agar pendidikan efektif dan berkualitas, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi. Dalam artikel ini, kita akan membahas 10 kriteria suatu pendidikan bisa dikatakan berkualitasi. Ini bukan hanya relevan bagi siswa, tetapi juga bagi semua pemangku kepentingan dalam dunia pendidikan.

1. Guru yang Berkualitas 

Seorang guru yang berkualitas adalah kunci utama dalam pendidikan yang sukses. Mereka harus memiliki pengetahuan yang mendalam tentang mata pelajaran mereka, keterampilan komunikasi yang baik, dan kemampuan untuk memotivasi siswa. Guru yang berkualitas akan mampu menginspirasi dan membimbing siswa mereka untuk mencapai potensi penuh mereka.

2. Kurikulum yang Relevan 

Kurikulum harus dirancang agar sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan siswa. Ini harus mencakup mata pelajaran yang relevan dengan dunia nyata dan memberikan pemahaman yang kuat tentang konsep-konsep dasar. Kurikulum yang baik juga harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman dan teknologi.

3. Fasilitas yang Memadai 

Lingkungan belajar yang nyaman dan memadai adalah syarat penting dalam pendidikan yang efektif. Fasilitas fisik, seperti kelas yang bersih, perpustakaan yang baik, dan laboratorium yang lengkap, harus tersedia untuk mendukung proses belajar mengajar.

4. Media Belajar yang Tersedia

Buku teks, materi pembelajaran, dan teknologi modern harus tersedia untuk siswa. Akses ke sumber-sumber belajar yang beragam membantu siswa untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang topik yang mereka pelajari.

5. Evaluasi yang Adil dan Objektif 

Sistem evaluasi yang adil dan objektif adalah penting untuk mengukur kemajuan siswa. Tes, tugas, dan penilaian lainnya harus dirancang dengan cermat untuk memastikan bahwa mereka mencerminkan pemahaman sebenarnya dari materi pelajaran.

Baca Juga : Pentingnya Literasi Digital dalam Pendidikan

6. Dukungan Psikologis dan Emosional 

Dalam mencapai pendidikan yang berkualitas, dukungan psikologis dan emosional juga penting. Siswa harus merasa didukung dan diberikan bimbingan dalam menghadapi tantangan pribadi dan akademik mereka.

7. Keterlibatan Orang Tua dan Wali 

Siswa Orang tua dan wali siswa harus terlibat aktif dalam pendidikan anak-anak mereka. Oleh karena itu,  Keterlibatan mereka dalam proses belajar dapat memberikan motivasi tambahan kepada siswa untuk sukses.

8. Keseimbangan Antar Kurikulum dan Ekstrakurikuler 

Pendidikan yang berkualitas tidak hanya tentang pelajaran di dalam kelas. Ekstrakurikuler, seperti olahraga, seni, dan kegiatan sosial, penting untuk mengembangkan keterampilan sosial, kreativitas, dan kebugaran fisik siswa.

9. Inklusi dan Keadilan 

Selain itu, Pendidikan yang berkualitas harus inklusif dan adil. Ini berarti menyediakan kesempatan yang sama untuk semua siswa, termasuk mereka dengan kebutuhan khusus atau latar belakang yang beragam.

10. Kemitraan dengan Komunitas 

Kemitraan antara sekolah dan komunitas adalah syarat utama dalam pendidikan yang efektif. Selain itu, Komunitas dapat memberikan sumber daya tambahan dan dukungan untuk siswa, serta membantu membangun hubungan yang kuat antara sekolah dan lingkungan sekitarnya.

Dalam mengejar pendidikan yang berkualitas, penting untuk mengakui bahwa ini adalah usaha bersama. Oleh karena itu,  semua pemangku kepentingan, termasuk guru, siswa, orang tua, sekolah, dan komunitas, harus berkontribusi untuk memenuhi syarat-syarat ini. Dengan bekerja sama, kita dapat memastikan bahwa setiap individu memiliki akses ke pendidikan berkualitas yang akan membantu mereka mencapai potensi penuh mereka dalam kehidupan. Pendidikan yang berkualitas adalah investasi yang berharga untuk masa depan yang lebih baik.

Contoh Globalisasi di Bidang Pendidikan Positif dan Negatifnya

Contoh Globalisasi di Bidang Pendidikan Positif dan Negatifnya

Contoh Globalisasi di Bidang Pendidikan – Ada banyak dampak yang ditimbulkan globalisasi baik itu yang bersifat positif atau negatif dalam berbagai bidang kehidupan, salah satunya pendidikan.

Yuk simak contoh dampak positif dan negatif dari globalisasi berikut ini.

Contoh Dampak Positif dan Negatif Globalisasi di Bidang Pendidikan

Globalisasi kerap dikaitkan dengan perkembangan dunia yang tiada habisnya.

Pengaruh globalisasi terhadap kehidupan kita sehari-hari nyatanya sangat banyak. Mengingat globalisasi bisa terjadi hampir di segala bidang kehidupan.

Semakin majunya jaman dan canggihnya teknologi, maka semakin besar pula pengaruh globalisasi dalam berbagai bidang.

Globalisasi sendiri merujuk pada proses pemerataan teknologi dan ilmu pengetahuan dari satu penjuru daerah ke daerah yang lain.

Bahkan, globalisasi juga sudah bergerak ke berbagai bidang kehidupan, mulai dari ekonomi, sosial budaya hingga pendidikan.

Apa itu Globalisasi?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), globalisasi diartikan sebagai proses masuknya ke ruang lingkup dunia.

Sedangkan menurut Sanusi Fattah dkk dalam buku Terampil dan Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SD/MI Kelas VI:

Globalisasi adalah proses yang menempatkan masyarakat dunia dapat menjangkau satu dengan yang lain atau saling terhubungkan dalam semua aspek kehidupan, baik dalam bidang ekonomi, politik, budaya, teknologi maupun lingkungan.

Sementara itu, melansir dari paper yang di terbitkan Kellog.nd.edu, globalisasi adalah penyebaran produk, teknologi, informasi, dan pekerjaan tanpa adanya batasan negara atau budaya. Terjadi akibat pengaruh ilmu pengetahuan dan kebudayaan makin bias.

Sedangkan, menurut seorang tokoh pendidikan dan pemerintahan Indonesia bernama Selo Soemardjan, globalisasi adalah terbentuknya komunikasi dan organisasi di antara masyarakat yang berbeda di seluruh dunia, dengan tujuan yang sama.

Contoh Dampak Positif Globalisasi di Bidang Pendidikan

Kemajuan teknologi dan perkembangan ilmu pengetahuan membuat kita dapat merasakan manfaat globalisasi di bidang pendidikan.

Dalam bidang pendidikan, berikut ini adalah contoh dampak positif yang di timbulkan oleh globalisasi:

1. Sistem belajar mengajar tidak selalu harus tatap muka

Dampak positif pertama dari globalisasi di bidang pendidikan adalah terciptanya sistem pembelajaran secara online atau e-learning.

Dengan sistem pembelajaran e-learning, kini para pendidik dan peserta didik tidak harus selalu saling bertatap muka untuk melakukan kegiatan belajar mengajar.

Tentunya hal ini dapat menjadi opsi bagi peserta didik yang mempunyai mobilitas tinggi, mengingat sistem e-learning bisa bersifat fleksibel.

Selain itu, adanya sistem e-learning juga dapat menghemat biaya transportasi baik bagi pendidik dan peserta didik.

2. Meningkatnya mutu pendidik

Kemudahan dalam mengakses informasi pendidikan secara langsung dari globalisasi secara tidak langsung dapat meningkatkan kualitas dari tenaga pendidik.

Tentunya, kemudahan ini seyogyanya harus di manfaatkan secara maksimal oleh tenaga pendidik.

Kini, tenaga pendidik dapat lebih leluasa dalam mengakses internet guna melihat trend pembelajaran di dunia hingga mencari referensi-referensi pembelajaran dari negara-negara lain di dunia.

3. Kemudahan dalam mengakses informasi pendidikan

Dampak positif dari globalisasi selanjutnya di bidang pendidikan adalah mudahnya mengakses informasi pendidikan.

Adanya internet memberikan kemudahan bagi para tenaga pendidik serta peserta didik untuk mengakses materi belajar.

Hadirnya situs-situs yang menyediakan buku dalam bentuk digital atau e-book dan dapat di unduh secara gratis dapat menjadi referensi dalam proses pembelajaran.

E-book juga mempermudah para tenaga pendidik serta peserta didik untuk membacanya di mana saja karena bisa di unduh dan langsung di baca tanpa harus mencetaknya terlebih dahulu.

4. Membuat pendidikan di Indonesia bisa bersaing dengan di negara lain

Pesatnya arus globalisasi membuat metode pembelajaran yang awalnya bersifat sederhana kini berubah menjadi metode pendidikan berbasis teknologi.

Kemajuan teknologi yang kain canggih dapat membeirkan dampak positif dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

Contoh sederhananya, jika dulu seorang guru harus menulis di papan tulis dengan menggunakan kapur.

5. Pertukaran pelajar

Di era globalisasi sekarang ini, pertukaran pelajar di dunia sering di selenggarakan. Kini, setiap siswa memiliki kesempatan untuk menempuh pendidikan di luar negeri atau sebaliknya.

Siswa yang berkesempatan menempuh pendidikan ke negara lain di tuntut untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan baru.

Tak hanya mendapatkan ilmu saja, siswa juga akan mengenal budaya di negara tersebut hingga mendapatkan pengetahuan dan wawasan yang lebih luas.

Hal ini juga dapat membantu siswa terkait dalam mempelajari bahasa asing.

Baca Juga : Pentingnya Literasi Digital dalam Pendidikan

Contoh Dampak Negatif Globalisasi di Bidang Pendidikan

Meskipun ada banyak dampak positif yang dapat dirasakan dari adanya globalisasi di bidang pendidikan, nyatanya globalisasi juga menimbulkan dampak negatif.

Di bawah ini merupakan beberapa dampak negatif yang ditimbulkan oleh globalisasi di bidang pendidikan:

1. Meningkatnya kesenjangan sosial

Dampak negatif dari adanya globalisasi di bidang pendidikan yang pertama adalah meningkatkan kesenjangan sosial di masyarakat.

Hadirnya metode pendidikan berbasis teknologi dapat menjadi kesempatan bagi sebuah negara untuk meningkatkan kualitas pendidikannya.

Namun, di satu sisi kemajuan teknologi dan informasi di dunia pendidikan juga harus dibarengi dengan kesiapan mental dan modal yang tentunya tidak sedikit.

2. Menurunnya kualitas moral siswa

Dampak negatif selanjutnya yang di timbulkan globalisasi di bidang pendidikan adalah menurunnya kualitas moral siswa.

Kemudahan mengakses informasi di internet tentu sangat mempengaruhi moral siswa.

Tak dapat di hindari, siswa bisa saja mengakses situs-situs yang berbau pornografi dan berselancar di media sosial tanpa adanya filterisasi.

Melihat konten-konten yang tidak baik untuk dikonsumsi tentu saja dapat mempengaruhi perilaku siswa, baik secara langsung maupun tidak langsung.

3. Komersialisasi pendidikan

Globalisasi juga dapat mengancam kemurnian tujuan dalam pendidikan akibat dari komersialisasi pendidikan.

Kini, sudah banyak instansi pendidikan yang didirikan dengan tujuan utama bukan untuk mencerdaskan anak bangsa melainkan sebagai tempat berbisnis.

Perlu kamu ketahui bahwa sebuah instansi pendidikan dapat dikategorikan sebagai komersialisasi pendidikan jika mementingkan biaya pendaftaran dan uang gedung, namun kewajiban-kewajiban pendidikannya sering terabaikan.

4. Tergerusnya kebudayaan lokal

Arus globalisasi yang sangat pesat juga dapat menggerus kebudayaan lokal di sebuah negara.

Kemajuan teknologi memungkinkan kontak budaya terjadi melalui media massa, akibatnya pengaruh dari luar negeri dapat dengan mudah masuk ke sebuah negara.

Pengaruh globalisasi di bidang pendidikan yang di kuasai dan di gerakkan oleh negara-negara maju tentu dapat menjadi masalah bagi negara-negara berkembang.

Tak terkecuali bagi negara Indonesia yang memiliki beberapa pulau terbesar di dunia.

5. Munculnya tradisi serba instan

Dampak buruk dari globalisasi di bidang pendidikan selanjutnya adalah munculnya tradisi serba instan.

Jika arus globalisasi di tanggapi dengan tidak tepat, maka dapat menjadikan pendidikan kehilangan orientasi idealnya yakni terkait proses pembelajaran.

Orientasi pendidikan yang awalnya menekankan pada proses, berangsur berubah ke ranah pencapain hasil.

Akibatnya, kini banyak orang yang hanya mengejar hasil akhir saja ketika menempuh sebuah pendidikan.

Bahkan, kini sudah semakin marak praktik jual beli ijazah palsu karena tradisi serba instan tadi.

Tentu hal ini bisa menjadi masalah yang besar dan merugikan negara jika tidak segera ditangani dengan cepat dan bijak.

Oke, di atas tadi Mamikos sudah rangkumkan kamu informasi terkait contoh dampak positif dan negatif dari adanya globalisasi di dunia pendidikan.

Pengaruh Negatif Era Digital Terhadap Dunia Pendidikan

Pengaruh Negatif Era Digital Terhadap Dunia Pendidikan

Pengaruh Negatif Era Digital – Di era industri 4.0 seperti sekarang ini perkembangan terhadap teknologi sudah tidak bisa dihindari lagi. Teknologi digital saat ini bahkan sudah mempengaruhi seluruh aspek kehidupan yang ada, termasuk pada aspek pendidikan. Derasnya arus informasi di era serba digital seperti sekarang ini memang sudah sangat sulit untuk dihindari karena untuk mengontrol perkembangan zaman seperti era sekarang ini bukanlah suatu hal yang mudah.

Seharusnya dengan adanya perkembangan teknologi dapat mempermudah proses penyampaian informasi dalam bidang pendidikan sehingga banyak memberikan dampak positif. Namun yang terjadi tidak sesuai dengan harapan justru yang terjadi malah sebaliknya. Karena dengan derasnya informasi yang tersampaikan ternyata tidak selalu berjalan dengan mulus, karena perkembangan teknologi juga memberikan dampak negatif.

Sesuatu yang terjadi tidak hanya memiliki dampak positif nya saja, akan tetapi semua hal yang terjadi pasti memiliki dampak positif dan juga dampak negatifnya. Di balik perkembangan pesat teknologi informasi yang terjadi ternyata hal tersebut memiliki dampak negatif yang ditimbulkan pada bidang pendidikan, yaitu :

1. Membuat Siswa Tidak Fokus

Dengan perkembangan teknologi membuat banyak informasi yang mengalir deras di internet yang menarik bagi siswa sehingga membuat siswa menjadi tidak fokus lagi saat terjadinya proses pembelajaran di sekolah. Meski siswa sedang berada di dalam kelas, namun pikiran siswa ternyata tidak fokus pada pembelajaran yang sedang berlangsung. Pikiran siswa ternyata sedang berselancar di dunia maya atau media sosial yang di milikinya.

Baca Juga : Pendidikan di Era Digital: Manfaat dan Tantangannya

2. Siswa Lebih Suka Bermain Game Online

Perkembangan teknologi membuat banyak nya kehadiran game online, karena maraknya game online yang ada juga dapat mempengaruhi siswa dalam belajar, Terlebih lagi bagi siswa yang memang memiliki hobi main game. Banyak siswa yang jam tidurnya menjadi terganggu akibat terlalu sering main game yang membuat siswa menjadi lupa waktu. Sehingga ketika berada di sekolah tubuh nya menjadi tidak produktif di akibatkan jam tidur yang berkurang. Siswa menjadi lebih suka bermain game online di bandingkan harus mengikuti pelajaran di kelas.

3. Menurunkan Kemauan Siswa Belajar

Seperti yang sudah di bahas di atas, banyaknya informasi yang menarik di internet dan maraknya kemunculan game online membuat siswa menjadi malas belajar. Siswa jadi lebih suka menjelajahi dunia maya dengan berbagai informasi menarik yang di sajikan untuk para penggunanya.

4. Pengaruh pergaulan bebas dari luar

Perkembangan teknologi informasi membuat banyak informasi dari luar negeri yang dengan mudahnya masuk dan mudah pula untuk di akses sehingga sangat sulit untuk membatasinya. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya pergaulan bebas karena banyak dari kalangan siswa yang terpengaruh oleh pergaulan bebas yang ada di luar negeri sehingga ikut mencontoh apa yang siswa lihat melalui internet.

5. Maraknya Penyebaran Pornografi di Kalangan Siswa

Dengan maraknya penyebaran pornografi di kalangan siswa yang dapat menyebabkan kerusakan moral pada generasi remaja saat ini. Bagi siswa yang berada di bawah umur dan melihat hal yang berbau pornografi dapat menimbulkan rasa penasaran. Ingin mencobanya sehingga di kemudian hari akan menyebabkan siswa mengalami kerusakan moral.

Itulah beberapa efek negatif dari perkembangan teknologi terhadap bidang pendidikan. Banyak yang akan menjadi korban khususnya siswa akibat dari derasnya arus informasi yang ada di internet. Semua pihak harus turut andil untuk mengontrol arus informasi yang di terima oleh siswa agar siswa tetap bisa berada di jalan yang baik dan benar.

Pentingnya Literasi Digital dalam Pendidikan

Pentingnya Literasi Digital dalam Pendidikan

Pentingnya Literasi Digital – Pendidikan adalah fondasi bagi kemajuan masyarakat, dan dalam era digital yang semakin maju, literasi digital telah menjadi elemen integral dalam upaya mempersiapkan generasi mendatang untuk menghadapi tantangan global. Literasi digital bukan hanya tentang kemampuan teknis, tetapi juga tentang pemahaman mendalam tentang bagaimana teknologi mempengaruhi kehidupan kita secara luas. Inilah mengapa pentingnya literasi digital dalam pendidikan menjadi semakin mendesak.

Akses ke Informasi dan Pengetahuan

Di era digital, informasi tersedia dalam jumlah besar dan dengan cepat. Literasi digital memungkinkan guru dan siswa untuk mengakses, mengervaluasi, dan memanfaatkan informasi dengan bijak. Dengan keterampilan ini, mereka dapat memilah informasi yang akurat, valid, dan bermanfaat dari berbagai sumber, serta menghindari penyebaran informasi palsu.

Pemahaman Teknologi

Literasi digital membantu guru dan siswa memahami teknologi yang mereka gunakan sehari hari. Mereka tidak hanya belajar tentang cara menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak, tetapi juga memahami prinsip prinsip dasar di balik teknologi tersebut, Ini membekali mereka dengan pengetahuan yang di perlukan untuk beradaptasi dengan perubahan teknologi dan bahkan berkontribusi dalam pengembangan teknologi baru.

Keterampilan Komunikasi dan Kolaborasi

Penggunakaan platform digital telah mengubah cara kita berkomunikasi dan berkolaborasi. Literasi digital melibatkan pemahaman tentang etika komunikasi online, penggunaan media sosial, dan keterampilan berkolaborasi dalam lingkungan digital. Siswa di ajarkan bagaimana berinteraksi secara produktif dan bermakna di dunia digital, yang merupakan keterampilan penting dalam dunia kerja modern.

Pendidikan yang Lebih Menarik dan Berinteraksi

Pendidikan berbasis teknologi dapat membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan interaktif. Dengan literasi digital, guru dan siswa dapat mengakses sumber daya pembelajaran online, berpartisipasi dalam forum diskusi, mengikuti kursus daring, dan menggunakan alat alat pembelajaran kreatif seperti video, animasi, dan simulasi.

Persiapan Untuk Dunia Kerja Masa Depan

Dunia kerja terus berkembang, dengan teknologi yang berperan penting dalam berbagai industri. Olehkarena itu, Literasi digital membekali siswa dengan keterampilan yang di perlukan untuk sukses di tempat kerja modern. Mereka dapat mengembangkan kemampuan problem solving, kreativitas, pemecahan masalah teknis, dan adaptabilitas yang di perlukan dalam lingkungan kerja yang cepat berubah.

Baca Juga : Dampak Globalisasi di Bidang Pendidikan Beserta Contohnya

Kesadaran Tentang Etika dan Keamanan Digital

Literasi digital juga mencakup kesadaran tentang etika dan keamanan digital. Guru dan siswa di ajarkan bagaimana berperilaku dengan hormat dan bertanggung jawab dalam ruang digital, serta cara melindungi diri mereka dari risiko keamanan dan privasi.

Penguatan Literasi Digital bagi Guru

Pada era digital yang semakin berkembang, literasii digital telah menjadi keterampilan esensial yang harus di kuasai oleh para guru. Oleh karena itu,  Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah paradigma pendidikan tradisional menjadi lebih dinamis dan interaktif melalui penggunaan platform digital. Dalam rangka mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran, penguatan literasii digital bagi para guru menjadi prioritas utama.

Pelatihan Guru dalam Penguatan Literasi Digital

Selain itu. Pelatiihan guru merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa pendidikan memiliki keterampilan dan pengetahuan yang di perlukan dalam memanfaatkan teknologi digital secara efektif di dalam kelas. Pelatihan guru tentang penggunaan platform digital dapat membantu mereka mengembangkan strategi pembelajaran yang menarik dan berinteraksi dengan siswa melalui media yang relevan. Selain itu, pelatihan ini juga akan meningkatkan efisiensi dalam administrasi dan manajemen pembelajaran.

Sertifikasi Guru dalam Literasi Digital

Sertifikasi guru dalam literasii digital dapat memberikan pengakuan formal terhadap kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran. Program sertifikasi ini dapat mencakup penilaian terhadap kemampuan guru dalam mengintegrasikan teknologi dalam kurikulum, merancang materi pembelajaran berbasis digital, dan memfasilitasi interaksi siswa secara online. Sertifikasi semacam ini akan mendorong guru untuk terus meningkatkan keterampilan literasii digital mereka.

Pelatihan In-House Training

Pelatihan in-house training merupakan jenis pelatihan yang di selenggarakan di dalam lingkungan sekolah atau lembaga pendidikan. Ini memungkinkan guru untuk belajar secara kolaboratif dan berbagi pengalaman tentang penggunaan platform digital yang efektif. Selain itu. Pelatihan ini juga dapat di sesuaikan dengan kebutuhan khusus sekolah dan memastikan bahwa guru memiliki pengetahuan tentang aplikasi teknologi yang relevan dengan lingkungan belajar mereka.

Dampak Globalisasi di Bidang Pendidikan Beserta Contohnya

Dampak Globalisasi di Bidang Pendidikan Beserta Contohnya

Dampak Globalisasi – Globalisasi sering di kaitkan dengan kemajuan teknologi dan informasi yang tiada batas, namun sebenarnya globalisasi berhubungan dengan berbagai bidang kehidupan. Akibat dari arus globalisasi ini sekat-sekat sebuah negara dengan negara lain menjadi memudar karena kemudahan yang diperoleh dalam berinteraksi di berbagai bidang. Negara-negara di seluruh dunia tidak luput dari arus globalisasi ini, tidak terkecuali bagi negara Indonesia yang termasuk dalam negara berkembang di Asia Tenggara. Globalisasi ibarat memiliki dua mata pisau karena memiliki dampak positif sekaligus dampak negatif. Kita sebagai manusia yang hidup di era globalisasi harus bijak dalam menyikapinya, karena kita akan terkena dampak negatif jika terlena dalam arus globalisasi ini.

Globalisasi memiliki dampak positif dan dampak negatif bagi berbagai bidang kehidupan, termasuk dalam bidang pendidikan. Globalisasi memberi dampak positif bagi bidang pendidikan sekaligus memberi dampak negatif yang perlu di waspadai. Lalu apa saja dampak pada bidang pendidikan yang di timbulkan oleh globalisasi? Seperti yang kita ketahui bahwa pendidikan merupakan wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi diri, baik mengembangkan kecerdasan emosional maupun keahlian teknis. Pendidikan merupakan kunci bagi perkembangan suatu bangsa, karena dengan pendidikan generasi di suatu negara bisa terdidik dan terlatih dengan baik. Berikut ini akan di bahas secara detail mengenai dampak positif dan dampak negatif globalisasi bagi bidang pendidikan.

Dampak Positif Globalisasi bagi Pendidikan

Berikut ini adalah beberapa poin positif yang ditimbulkan dari adanya globalisasi di dunia pendidikan:

1. Sistem Belajar Mengajar yang Tidak Selalu Tatap Muka

Dampak positif pertama di bidang pendidikan yang di sebabkan oleh arus globalisasi adalah sistem pembelajaran secara online atau biasa di sebut e-learning. Sistem pembelajaran ini tidak mengharuskan pendidik dan peserta didik untuk saling bertatap muka secara langsung. Tentu hal ini bisa menjadi opsi bagi peserta didik yang mempunyai kesibukan yang tinggi, karena sistem e-learning biasanya dapat di akses kapan saja dan bersifat fleksibel.

Selain itu, sistem pembelajaran ini bisa menghemat biaya transportasi baik bagi pendidik dan peserta didik, berbeda dengan sistem pembelajaran konvensional yang membutuhkan biaya transportasi sebagai penunjang pendidikan. Komputer atau laptop dan jaringan internet merupakan elemen penting yang di butuhkan untuk mengakses sistem pembelajaran online ini, oleh karena itu sistem pembelajaran ini masih terbatas penggunaannya.

2. Kemudahan dalam Mengakses Informasi Pendidikan

Dampak positif globalisasi selanjutnya dalam bidang pendidikan adalah mudahnya mengakses informasi pendidikan. Internet memberi kemudahan bagi pendidik dan peserta didik untuk mengakses materi belajar, katakanlah hadirnya situs-situs yang menyediakan buku dalam bentuk digital yang dapat di unduh dan di jadikan referensi dalam proses belajar mengajar. Buku-buku elektronik atau e-book ini bisa di unduh dan langsung di baca tanpa harus mencetaknya terlebih dahulu, sehingga bisa menghemat pemakaian kertas.

3. Meningkatnya Kualitas Pendidik

Kemudahan dalam mengakses informasi pendidikan secara langsung bisa meningkatkan kualitas dari tenaga pendidik. Kemudahan di era globalisasi ini seyogyanya harus di manfaatkan secara maksimal oleh guru, karena saat ini guru bisa leluasa melihat trend pembelajaran di dunia, serta mencari referensi-referensi dari negara termaju di dunia yang berguna dalam proses belajar mengajar. Dengan memaksimalkan teknologi dan informasi di era globalisasi, kualitas pengajar akan terus meningkat.

4. Meningkatnya Kualitas Pendidikan

Akibat dari pesatnya arus globalisasi, metode pembelajaran yang awalnya bersifat sederhana kini berubah menjadi metode pendidikan berbasis teknologi. Kemajuan teknologi yang semakin canggih ternyata memberi dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan. Sebagai contoh, pada zaman dahulu seorang guru harus menulis di papan tulis dengan menggunakan kapur. Kini dengan adanya teknologi, guru bisa memanfaatkan komputer dan internet untuk menggabungkan tulisan, gambar, suara, video bahkan film untuk mempermudah dalam penyampaian ilmu, termasuk dalam pengajaran ilmu klimatologi.

5. Pertukaran Pelajar

Pertukaran pelajar di dunia pendidikan sering terjadi di era globalisasi. Pelajar dalam sebuah negara bisa memiliki kesempatan untuk menempuh pendidikan di luar negeri atau sebaliknya. Siswa yang berkesempatan belajar ke negara dengan pendidikan terbaik dituntut untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan baru dan bisa mengetahui serta mengerti budaya di luar negeri, sehingga siswa di harapkan bisa memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas.

Baca Juga : Memahami Makna Hakikat Pendidikan Nasional

Dampak Negatif Globalisasi bagi Pendidikan

Berikut ini adalah beberapa dampak negatif yang di timbulkan oleh globalisasi bagi dunia pendidikan:

1. Menurunnya Kualitas Moral Siswa

Dampak buruk dari adanya globalisasi bagi dunia pendidikan adalah menurunnya kualitas moral para siswa. Informasi di internet yang dapat di akses secara leluasa sangat rawan dalam mempengaruhi moral siswa, sebagai contoh situs-situs yang berbau pornografi, serta adanya foto dan video yang tidak pantas sangat mudah di akses dan merajalela di media sosial tanpa adanya filterisasi. Adanya konten-konten yang tidak baik tersebut bisa mempengaruhi perilaku siswa baik secara langsung maupun tidak langsung. Maka dari itu, agar moral siswa tidak semakin rusak di perlukan kontrol dan perhatian dari orang tua siswa, guru dan negara.

2. Meningkatnya Kesenjangan Sosial

Dampak buruk selanjutnya adalah meningkatnya kesenjangan sosial di masyarakat. Metode pendidikan berbasis teknologi bisa menjadi kesempatan bagi sebuah negara untuk meningkatkan pendidikannya, namun nyatanya kemajuan teknologi dan informasi di dunia pendidikan perlu di barengi dengan kesiapan mental dan modal yang tentunya tidak sedikit. Di beberapa negara di dunia khususnya negara berkembang, perkembangan teknologi hanya bisa di nikmati sekolah-sekolah di wilayah perkotaan, sementara sekolah yang berada di wilayah pedalaman terus tertinggal karena sulitnya akses dan kurangnya modal. Akibatnya kesenjangan sosial di bidang pendidikan tidak dapat di bendung lagi.

3. Tergerusnya Kebudayaan Lokal

Arus globalisasi yang sangat pesat juga bisa menggerus kebudayaan lokal di sebuah negara. Perkembangan teknologi memungkinkan kontak budaya terjadi melalui media massa, akibatnya pengaruh luar negeri dapat masuk dengan leluasa ke sebuah negara. Pengaruh globalisasi dalam bidang pendidikan yang di kuasai dan di gerakkan oleh negara-negara maju bisa menjadi masalah bagi negara-negara berkembang, tidak terkecuali bagi Indonesia yang memiliki beberapa pulau yang masuk dalam kategori pulau terbesar di dunia.

4. Munculnya Tradisi Serba Cepat dan Instan

Dampak buruk globalisasi selanjutnya dalam dunia pendidikan adalah munculnya tradisi serba cepat dan instan. Penyikapan arus globalisasi yang tidak tepat bisa menjadikan pendidikan kehilangan orientasi idealnya yaitu proses pembelajaran. Orientasi pendidikan yang awalnya menekankan pada proses telah berubah ke ranah pencapain hasil. Akibatnya banyak orang yang hanya menekankan pada hasil akhir ketika menempuh sebuah pendidikan, bahkan kini makin marak adanya jual beli ijazah palsu karena banyak orang yang ingin cepat mendapatkan keuntungan secara cepat dan instan. Tentu hal ini bisa menjadi masalah yang besar dan merugikan negara jika tidak segera ditangani dengan cepat. Globalisasi di dunia pendidikan perlu disikapi dengan bijak agar nantinya tidak salah arah.

5. Komersialisasi Pendidikan

Dampak buruk dari globalisasi selanjutnya adalah terancamnya kemurnian tujuan dalam pendidikan akibat dari komersialisasi pendidikan. Saat ini banyak instansi pendidikan yang di dirikan dengan tujuan utama sebagai tempat bisnis. Sebuah lembaga pendidikan bisa disebut sebagai komersialisasi pendidikan jika mementingkan biaya pendaftaran dan uang gedung, tetapi kewajiban-kewajiban pendidikannya sering di abaikan.